Delapan Kapal Ilegal Fishing Ditenggelamkan

Delapan Kapal Ilegal Fishing Ditenggelamkan

Jakarta - Delapan kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia, ditenggelamkan petugas dari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan Agung dan instansi terkait lainnya. Penenggelaman kapal asing yang melakukan illegal fishing ini, sesuai dengan komitmen awal yang sudah dicanangkan KKP.

“Sebenarnya ada 12 kapal yang ditenggalamkan. Kapal-kapal tersebut sudah diproses hukum oleh KKP delapan kapal dan TNI AL empat kapal,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Asep Burhanudin di Pontianak.

Menurut Asep, penenggelamanan dilakukan di beberapa lokasi yang berbeda. Tanggal 19 dan 20 Oktober 2015. “KKP menenggelamkan empat kapal berbendera Vietnam di Pontianak dan TNI AL sebanyak empat kapal berbendera Tarakan,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Asep, tanggal 20 Oktober 2015 ditenggelamkan tiga kapal. Dua kapal berbendera Vietnam dan satu kapal berbendera Thailand yang dilaksanakan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan satu kapal berbendera Thailand dilaksanakan di Pidi, Aceh.

“Penenggelaman menggunakan dinamit berdaya ledak rendah, sehingga kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggalaman,” ujar Asep.

Diharapkan, kapal-kapal yang ditenggelamkan menjadi habitat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilakukan dengan mengacu pada pasal 76A UU Nomor 45/2009, yaitu benda atau alat yang digunakan dalam dan yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri, dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam KUHAP,” kata Asep. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:,