Misteri Kasus Mantan Wartawan BBC Tewas Tergantung

Misteri Kasus Mantan Wartawan BBC Tewas Tergantung

Jacqueline Sutton

Ankara - Mantan wartawan BBC, Jacqueline Sutton ditemukan tak bernyawa di kamar mandi di terminal transit Bandara Internasional Ataturk di Turki. Menurut kantor berita resmi Anadolu, Sutton tertinggal pesawat lanjutannya.
 
Pihak kepolisian menemukan wanita itu tewas tergantung pada Sabtu lalu. Menurut otoritas Turki, Sutton bunuh diri karena tertinggal pesawat. Teman-teman sesama wartawan dan pejabat PBB tidak mempercayai, ia tewas bunuh diri. Mereka menuntut penyelidikan penuh kematian perempuan berusia 50 tahun itu.
 
Sutton yang pernah bekerja untuk PBB itu, terbang dari London ke Istanbul lalu mengambil penerbangan lanjutan ke Irbil, kota di mana kelompok Kurdi bermaskas. Di sana, Sutton akan menggantikan dalam serangan bom mobil di Baghdad bulan Juni lalu.
 
"Jelas, tidak percaya apa yang ditulis di media Turki," kicau Jane Pearce, country director UNFP di Irak dalam Twitternya, seperti dikutip CNN, Rabu (21/10/2015).  Pearce adalah teman Sutton selama mantan wartawan itu bekerja untuk PBB.
 
Sementara teman dan kolega lainnya pun tak percaya, Sutton akan menghabisi nyawanya hanya karena masalah sepele. Charlie Winter, seorang peneliti senior di London mengatakan, dirinya tak percaya laporan itu. "Kami bertemu pada Senin 12 Oktober. Dia bersemangat, tampak seperti biasa saja. Tidak ada tanda-tanda untuk bunuh diri," tulis Winter dalam media sosialnya.
 
Direktur Institute for War and Peace Reporting mengatakan kepada CNN, mereka akan mengirim tim independen untuk mencari tahu sebab kematiannya.
 
Duta besar Inggris di Turki telah mendapat kabar, salah satu warganya tewas. Mereka mengatakan, staf kedutaan telah menghubungi keluarga dan tetap berhubungan dengan otoritas Turki tentang penyebab kematiannya.
 
"Jacky adalah salah seorang yang paling top dan profesional yang telah bekerja di Irak. Ia telah menghabiskan 10 tahun hidupnya di negara itu," kata Anthony Borden, eksekutif direktur.
 
Sutton bisa bicara lima bahasa termasuk Arab. Ia sangat berpengalaman di bidang media dan pembangunan. Pernah bekerja untuk BBC di Afrika, Timur Tengah serta Inggris. Karirnya pun melejit di PBB dan membidani isu-isu negara Afghanistan, Iran, Gaza dan Afrika Barat.
 
Sutton juga kandidat Phd dari Center for Arab and Islamic Study di Australian National University, Canberra, Australia. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,