Mantan Walikota Makassar Segera Ditahan KPK

Mantan Walikota Makassar Segera Ditahan KPK

Ilham Arief Sirajudin

Makassar  -  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) segera melakukan penahanan kepada mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin terkait dugaan korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.

"Saya rasa tidak lama lagi dia (Ilham) akan dipanggil ulang oleh penyidik karena sekarang sudah mulai fokus pada kasus PDAM Makassar," ujar Wakil Ketua KPK, Zulkarnain di Makassar, Selasa (4/11/2014).

Ia mengatakan, penahanan terhadap tersangka kasus PDAM ini akan dilakukan setelah persentase penyidikan kasus sudah di atas 60 persen, apalagi setelah adanya temuan baru.

Namun, sebelum penahanan dilakukan terhadap Ilham Arief Sirajuddin, penyidik juga akan merampungkan pemberkasan terhadap saksi-saksi dan sejauh ini sudah cukup banyak saksi yang diperiksa.

"Perkembangan kasusnya sudah ada peningkatan dan tidak lama lagi semuanya akan dirampungkan. Ada temuan baru dari penyidik dan modusnya juga sama," katanya.

Dalam kasus itu, dua orang tersangka ditetapkan yakni mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin serta Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja.

Ketua KPK Abraham Samad beberapa waktu lalu juga mengatakan, belum ditahannya dua orang tersangka itu karena khawatir keduanya akan bebas demi hukum jika dalam waktu 120 hari tidak dirampungkan penyidik.

"Kita terikat dengan waktu 120 hari. Jika kita tahan sekarang yang penyidikannya belum 50 persen dan setelah 120 hari menjalani masa hukuman, maka tersangka akan bebas demi hukum," katanya.

Ia menyebutkan KPK sampai saat ini belum mengeluarkan surat perintah penahanan untuk tersangka kasus dugaan korupsi PDAM Kota Makassar yang ditetapkan pada 7 Juli 2014.

Namun, dia berjanji pihaknya akan membawa kasus tersebut sampai ke pengadilan, namun proses pemeriksaannya tetap harus menunggu giliran karena kasus korupsi yang ditangani oleh penyidik KPK cukup banyak, sehingga harus diselesaikan satu persatu.

"Pasti akan sampai ke pengadilan karena KPK tidak kenal SP3 (surat perintah penghentian penyelidikan). Untuk pemeriksaannya, nanti kita tunggu giliran karena penyidik KPK cuma ada 80 orang, sedangkan kasus yang ditangani cukup banyak," lanjutnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin sebagai tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi kerja sama rehabilitasi kelola dan transfer untuk instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar tahun anggaran 2006-2012.(Ode)**

.

Categories:Nasional,
Tags:nasional,