Masih Penasaran, KIH Ajak DPR Ditata Lagi

Masih Penasaran, KIH Ajak DPR Ditata Lagi

nan), Effendi Simbolon (kedua kiri), Supriyadi (kiri) berdiskusi dengan Anggota DPR Utut Ardiyanto (tengah) dan Bima Arya (kanan) saat memimpin Rapat Konsultasi lanjutan di Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/11).

Jakarta - Paripurna DPR yang digelar Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengamanatkan kepada pimpinan sementara, untuk melakukan pendekatan dan membuka komunikasi intensif agar semua elemen menata kembali DPR.


"Sebanyak 247 suara yang tergabung dalam KIH harus juga diperhatikan. Ayo, duduk bersama agar DPR kembali bisa melaksanakan fungsi check and balances terhadap pemerintahan saat ini," kata Anggota DPR dari Fraksi PDIP Sirmadji mengatakan di Jakarta, Selasa (4/11).

Menurutnya, pertarungan di pemilu sudah usai, sehingga saatnya DPR menata mandat yang diberi ke anggota dewan yang tergabung di fraksi agar bisa memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Jangan ada peminggiran dan untuk sekadar menang-menangan. Kami berharap kubu KMP menyadari,  tidak bisa eksistensi dan ruang sebagai wakil rakyat ada yang terpinggirkan," ujar anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu.

Namun begitu, untuk mencapai DPR yang bersatu butuh waktu dan kesabaran, sehingga diharapkan komunikasi intens antar- pimpinan fraksi bisa terjalin.

Sirmadji pun mengkritisi kehendak Koalisi Merah Putih (KMP) yang terkesan mau mengambil semua alat kelengkapan dewan. "Kenapa KMP selalu memaksakan voting. Ini bisa menimbulkan kecurigaan," katanya setengah bertanya.

"Proses penyusunan alat kelengkapan dewan itu inkonstitusional dan Pimpinan DPR telah mengabaikan Pasal 95 dan 96 UU MD3, Pasal 55 Peraturan Tata Tertib DPR, dan risalah rapat paripurna DPR tanggal 16 Oktober 2014 lalu," katanya. (Jr.)**

 

.

Categories:Nasional,
Tags:jokowi,