Pasok Listrik Terpangkas, 2 PLTA Jabar Stop Beroperasi

Pasok Listrik Terpangkas, 2 PLTA Jabar Stop Beroperasi

Bandung - Pasokan listrik untuk Jawa dan Bali terpangkas, akibat dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ada di Jawa Barat berhenti beroperasi. Hal itu berkaitan dengan musim kemarau yang berkepanjangan saat ini.
 
Dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Minggu (1/11/2015) Pelaksana Tugas Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT Perusahaan Listrik Negara Bambang Dwiyanto menyebutkan, penghentian operasi itu disebabkan kemarau panjang, hingga pasokan air ke kedua PLTA tersebut semakin menyusut.
 
"Saat ini pasokan listrik PLTA Cirata 1.000 Mega Watt (MW) dan Saguling 700 MW di Jawa Barat tidak bisa beroperasi, karena air waduk yang terbatas dan diprioritaskan untuk pengairan," katanya.
 
Sehubungan dengan itu, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton unit 7 dan 8 dengan kapasitas 1.200 MW juga mengalami gangguan. Kondisi tersebut semakin menambah defisit pasokan listrik untuk Pulau Jawa dan Bali.
 
"Beban puncak sistem kelistrikan Jawa Bali sekitar 23.900 MW pada pukul 18.00-22.00. Ada kemungkinan defisit tersebut akan terus berlangsung beberapa hari ke depan, apabila perbaikan beberapa pembangkit listrik yang terganggu sehingga mengalami keterlambatan," katanya.
 
Menurut Bambang, pihaknya akan terus berupaya untuk mempercepat perbaikan pembangkit listrik tersebut. Selain itu, perusahaan plat merah itu juga meminta kepada para pelanggan mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terlalu diperlukan, terutama pada waktu beban puncak. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,