Gempa Hancurkan Puluhan Rumah dan Jalan di Alor

Gempa Hancurkan Puluhan Rumah dan Jalan di Alor

Kupang - Sekitar 32 rumah semi permanen, 10 rumah permanen, serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, akibat gempa berkekuatan 6,2 pada skala Richter selama 11 detik yang terjadi di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Rabu malam.

"Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Alor Timur karena memang lokasi gempanya berdekatan dengan bangunan rumah milik warga, serta fasilitas umum lainnya di Desa Maritaing," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor, Marthen Daud, Kamis (5/11/2015).

Menurutnya, selain rumah milik warga, sejumlah rumah ibadah di kecamatan itu juga ikut mengalami kerusakan. Rumah ibadah yang rusak, yakni Gereja Betania dan Gereja Ebenheizer. Keduanya terletak di Desa Maritaing, Kecamatan Alor Timur.

"Selain gereja, tiga bangunan sekolah rusak, yakni SMK Negeri Maritaing (rusak ringan), SMP Negeri Maritaing (rusak berat), dan SD Negeri Maritaing (rusak ringan). Sehingga ada kemungkinan ketiga sekolah tersebut belum bisa melakukan aktivitas belajar mengajar," ucap Marthen.

Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi pada koordinat 8.20 LS dan 124.94 BT, atau sekitar 28 kilometer timur laut Alor dengan kedalaman 89 kilometer dari permukaan laut.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa yang terjadi di Alor berlangsung selama 8 sampai 11 detik. Sebagian masyarakat panik dan berhamburan akibat gempa. Sedangkan di Kabupaten Timur Tengah Utara, Gempa terasa lemah selama 6 sampai 8 detik.

"Posko BNPB telah menghubungi daerah-daerah terdekat dengan pusat gempa. Posko BNPB masih melakukan analisis gempa dan dampaknya. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan,” katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,