Pertamakali Aurora Muncul di Luar Jangkauan Bumi

Pertamakali Aurora Muncul di Luar Jangkauan Bumi

Salah satu fenomena alam "Aurora" yang menakjubkan.

Ocho Rios - Sebuah kejadian yang pertamakali terjadi di alam semesta, di mana para ilmuwan telah mendeteksi keberadaan "aurora" yang muncul di luar jangkauan planet Bumi. Aurora merupakan fenomena alam yang terjadi di langit, tepatnya pada lapisan ionosfer. 
 
Ibarat sebuah lukisan warna-warni di langit, akibat adanya interaksi medan magnetik yang dimiliki Bumi yang bergesekan dengan partikel yang berasal dari Matahari. Seperti yang didapati seorang wanita yang tengah berlibur di Ocho Rios, Jamaika. Beckie Bone Dunning, melihat sebentuk awan menyerupai pelangi. Tak mau kehilangan momen langka itu, ia pun mengabadikannya dengan kamera. 
 
Gambar itupun diposting pada halaman Facebook The Weather Channel, untuk mencari mencari tahu apa sebenarnya yang dia lihat. "Aku di Ocho Rios, Jamaika pekan lalu. Awan badai yang mendekat ... belum cukup menutupi Matahari ... Aku mendongak dan melihat ini ... Aku belum pernah melihat itu sebelumnya dalam hidupku. Bisakah Anda menjelaskannya?" tulis Beckie dalam postingannya.
 
Dikutip dari Daily Mail, Kamis (5/11/2015) "Aku tak memiliki petunjuk tentang apa itu. Aku menunjuk ke langit dan berkata 'Oh Tuhan, lihat mataharinya'. Kemudian para tamu di resor semua mulai menengok dan memotret," katanya.
 
Sebelumnya BBC juga melaporkan, para ilmuwan internasional menyatakan adanya cahaya alam yang biasa berada di Bumi khususnya di bagian utara dan selatan, kini dapat dijumpai di Planet Katai Cokelat atau Dwarf Brown. Planet itu berada sekitar 18 tahun cahaya dari konstelasi Lyra.

Menurut para ilmuwan, aurora yang dipancarkan sama persis dengan yang terjadi di Bumi bagian utara. Hanya yang membedakannya dengan peristiwa di Bumi, yakni cahaya aurora yang dihasilkan di planet ini satu juta kali lipat lebih terang dengan nuansa warna merah dan hijau. "ini merupakan pertamakalinya kami melaporkan, dengan melihat aurora di Katai Cokelat," kata Dr. Stuart Littlefair, astronom dari University of Sheiffeld.

Lewat temuan baru itu, menurutnya kemungkinan bahwa planet lainnya di Tata Surya ini bisa melakukan hal yang demikian. Artinya, planet-planet lain pun bisa menghasilkan fenomena alam seperti aurora atau yang lainnya.

Para ilmuwan pun terus mengadakan penelitian seputar kemunculan aurora di luar planet Bumi. Apalagi di Katai Cokelat, lanjut Lilttefair, tidak seperti planet lainnya yang terkena partikel dari Matahari untuk menimbulkan fenomena alam itu.

Oleh karena itu, ia berasumsi aurora di Katai Cokelat muncul akibat adanya gesekan dengan hidrogen di atmosfernya. Kemungkinan hal itu dikarenakan materinya sedang berupaya meninggalkan permukaan Katai Cokelat, untuk menghasilkan elektron sendiri. 
 
"Kami sudah mengetahui kalau Katai Cokelat memiliki awan di atmosfer. Kini kami tahu mereka mempunyai aurora," tegasnya. Sedangkan mengenai fenomena alam tersebut, para ilmuwan pun telah melaporkan ke dalam jurnal Nature. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,