Menteri ESDM Sudirman Said Terancam Dipolisikan

Menteri ESDM Sudirman Said Terancam Dipolisikan

Jakarta - Sejauh ini Partai Golongan Karya (Golkar) belum mengambil sikap, terkait dugaan pencatutan nama Presiden Jokowi oleh Setya Novanto untuk meminta 20 persen saham kepada PT Freeport Indonesia.
 
Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin menyatakan, belum dibahasnya masalah itu karena laporan dari Menteri ESDM masih bersifat pengaduan dan masih harus dibuktikan kebenarannya melalui verifikasi oleh MKD. "Belum, Golkar belum membahas hal itu karena ini kan baru pengaduan," katanya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (17/11/2015).
 
Aziz pun mengancam, partainya bisa menuntut Sudirman Said jika laporannya tak terbukti. Nantinya, laporan menteri ESDM itu akan dibuktikan dengan hasil verifikasi yang tengah dilakukan oleh tenaga ahli yang dipersiapkan MKD.
 
Sejak Senin, 16 November 2015,  hingga 14 hari ke depan, MKD akan melakukan verifikasi terkait laporan itu. Nantinya, akan dikombinasikan antara bukti transkip dan rekaman asli dari pembicaraan Setya Novanto, dengan salah satu pengusaha di lingkungan PT Freeport untuk mencari informasi dan mengkaji adakah pelanggaran etik yang dilakukan Setya Novanto.
 
Namun, jika hal itu tidak terbukti, Sudirman Said bisa dilaporkan ke polisi tentang dugaan memberikan keterangan palsu. "Otomatis Sudirman Said bisa kita laporkan balik ke aparat penegak hukum karena memberikan keterangan palsu," tegas Aziz.
 
Sebelumnya, Sudirman Said melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden oleh salah satu anggota dewan. Nama Jokowi dicatut untuk meminta 20 persen saham PT Freeport. Sudirman Said mengatakan, ada seorang anggota DPR bersama pengusaha yang beberapa kali bertemu dengan pimpinan Freeport Indonesia.
 
Pada pertemuan ketiga, anggota DPR itu bertemu pimpinan Freeport di suatu hotel kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta. "Anggota DPR itu menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak Freeport, dan meminta agar saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,