Pemerintah Rusia Akui Pesawat Metrojet Meledak Akibat Bom

Pemerintah Rusia Akui Pesawat Metrojet Meledak Akibat Bom

Pesawat Metrojet meledak di udara jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir beberapa waktu lalu. (foto - net)

Moskow  -  Untuk pertamanya pemerintah Rusia mengakui penyebab jatuhnya pesawat Metrojet 9268 pada akhir bulan lalu akibat bom. Demikian disampaikan Kepala Badan Intelijen Rusia, FSB, Alexander Bortnikov seusai melakukan pertemuan dengan pejabat Istana Kremlin, Senin malam lalu. 
 
Diberitakan Harian Inggris, The Guardian, di dalam bangkai pesawat dan barang bawaan penumpang ditemukan jejak alat peledak asing. Presiden Rusia, Vladimir Putin pun telah mengetahui laporan itu, karena dia yang memimpin pertemuan. 
 
"Sebuah analisa yang dilakukan oleh para ahli kami, bom yang dirakit sendiri diisi dengan 1 kilogram TNT dan diaktifkan selama penerbangan berlangsung, sehingga mengakibatkan pesawat hancur di udara. Itulah penyebab sebagian bangkai pesawat terpencar dalam jarak yang berjauhan," kata Bortnikov.
 
Bortnikov menyebutkan, ledakan pesawat merupakan bagian dari tindakan terorisme. Mendengar laporan itu, Putin pun geram. Dia menyebut itu merupakan salah satu insiden paling berdarah dalam sejarah Rusia. Ia telah memerintahkan agar Angkatan Udara Rusia terus mengintensifkan serangan udara di Suriah sebagai respons balik. 
 
"Hal itu harus diintensifkan, karena perbuatan pembalasan akibat tindak kriminal itu tak bisa dihindari," kata Putin. Ia pun memerintahkan kepada jaringan FSB di seluruh dunia untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas ledakan pesawat. 
 
Putin berjanji akan memberikan keadilan bagi dalang peledakan pesawat yang menewaskan 224 penumpang dan kru itu. "Kami akan mencari mereka di mana pun, di tempat apa pun mereka bersembunyi. Kami akan temukan mereka di planet ini dan kami akan menghukum mereka," katanya. 
 
Menurut laporan kantor berita Rusia, Interfax, FSB telah menawarkan imbalan senilai 50 juta dolar AS atau setara Rp 686 miliar, bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi mengenai dalang peledakan pesawat.
 
Menteri Luar Negeri Kerajaan Inggris, Philip Hammond sudah mengatakan, ada kemungkinan besar sebuah bom telah ditanam di pesawat oleh salah satu pendukung kelompok Islamic State of Iraq and Al Sham (ISIS), sehingga mengakibatkan pesawat Metrojet jatuh. 
 
"Bisa saja individu yang terinspirasi oleh ISIS dan menjadi radikal karena melihat propaganda ISIS yang melakukan itu. Dia bisa saja beraksi atas nama ISIS, tanpa harus diarahkan secara langsung," demikian analisa Hammond. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,