Bandung Masuk 6 Besar Finalis 'Smart City' Dunia 2015

Bandung Masuk 6 Besar Finalis 'Smart City' Dunia 2015

Fasilitas Command Center (Pusat Kontrol) di kantor Pemkot Bandung.

Bandung - Kota Bandung mewakili Indonesia menjadi satu di antara enam finalis program Smart City di ajang "World Smart City Awards 2015". Pada ajang tersebut setiap kota mengadu program untuk menghasilkan kota ramah yang layak ditinggali penduduknya, terutama dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
 
Lewat akun Instagram resminya yang diakses, Rabu (18/11/2015) Walikota Bandung Ridwan Kamil menyampaikan kabar kota yang dipimpinnya menjadi satu dari 6 kota sebagai kota terbaik di dunia. Smart City Expo World Congress menilai kota-kota itu dari segi pemanfaatan teknologi informasi, untuk mendukung kehidupan masyarakat.

"Alhamdulillah, Bandung mewakili Indonesia masuk 6 besar inovasi Smart City dari puluhan kota di dunia yang diobservasi," tulis Ridwan Kamil di akun @ridwankamil. Dikutip dari situs smartcityexpo.com, Kota Bandung bersaing dengan Buenos Aires (Argentina), Curitiba (Brasil), Dubai (Uni Emirat Arab), Moskow (Rusia), dan Peterborough (Inggris).
 
Kota Bandung mengusung slogan 'Connected citizen'. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, Pemkot Bandung mengajak warga terlibat aktif dalam merawat kota, baik dari segi sosial, lingkungan, maupun politik.
 
Program yang dijalankan untuk mewujudkan Bandung Smart City cukup beragam. Pertama dilakukan perbaikan fasilitas internet bagi seluruh kantor dinas. Dibentuk pula Dewan Smart City sebagai penasihat pemerintah kota untuk mewujudkan program kota cerdas itu.
 
Lalu, membuat program dan mengajak masyarakat lebih peka pada perkembangan. Misalnya pemutakhiran harga komoditas di pasar tradisional, pengawasan secara real time proyek pembangunan, serta pengawasan titik-titik kemacetan yang langsung terhubung dengan Pusat Kontrol di Pemkot.
 
Pemkot Bandung juga menggunakan piranti lunak untuk menangkap segala macam percakapan warga di media sosial Facebook dan Twitter, yang berhubungan langsung dengan pelayanan publik ataupun kualitas infrastruktur.  "Pemkot mengolah data dan mengambil keputusan manajemen yang akurat. Tanpa sosmed kita hanya mengira-ngira atau menunggu warga komplain," kata Kang Emil.
 
Sementara pesaing terberat seperti Dubai dan Moskow juga memiliki keunggulan masing-masing. Moskow punya jaringan data yang memutakhirkan bermacam informasi penting bagi warga dalam satu situs. Sedangkan Dubai menyediakan infrastruktur TI yang ramah terhadap pengusaha.
 
Penghargaan Smart City sebelumnya telah digelar sebanyak tiga kali. Tahun lalu, Ibukota Tel Aviv, Israel dinobatkan sebagai kota cerdas karena memaksimalkan peran wi-fi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Termasuk dalam menentukan APBD dan rembug pembangunan.
 
Menurut Emil, pihaknya mengapresiasi sebagai nominasi yang diberikan. Ia mengajak masyarakat mendukung pemerintah untuk lebih banyak mengintegrasikan aplikasi teknologi informasi ke program sejak masa kepemimpinannya. "Bandung masih banyak pekerjaan rumah, sehingga haus terus mengembangkan berbagai inovasi," sebut Emil.(Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,