Efek Bandung Tujuan Wisata, Volume Sampah Meningkat

Efek Bandung Tujuan Wisata, Volume Sampah Meningkat

Bandung - Penetapan Kota Bandung sebagai tempat tujuan wisata, ternyata tidak dibarengi oleh pengelolaan pembuangan sampah. Akibatnya, penambahan sampah terus berlangsung karena Kota Kembang menjadi tujuan wisata. Bukan hanya sampah yang dihasilkan dari warga lokal, wisatawan asing pun turut meningkatkan volume sampai di Kota Bandung.
 
Menurut Direktur Utama PD Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdiana, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Bandung setiap tahunnya terus meningkat. Pada 2015, volume sampah dari warga Bandung 1.649 ton per hari. Jumlah itu naik lebih 100 ton dibandingkan volume sampah pada 2014 sebanyak 1.523 ton per hari.
 
Sampah warga Kota Bandung, katanya, selama ini dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Jarak dari Kota Bandung ke TPA itu sendiri kurang lebih 45 km, ditambah lagi pembuangan sampah itu tak dilakukan selama 24 jam.

Selain itu, jumlah truk pengangkut sampah pun sangat minim. Pemerintah Kota Bandung memiliki 105 truk, namun hanya 96 truk sampah yang aktif beroperasi. "Setiap truk hanya mampu menampung empat ton sampah dan mengangkut sampah 200 rit per hari. Idealnya untuk Kota Bandung itu memiliki 150 truk," katanya.

Deni menyebutkan, Kota Bandung hanya memiliki satu truk dengan fasilitas mesin untuk memadatkan sampah. Idealnya, Kota Bandung memiliki 10 hingga 15 truk dengan fasilitas itu. Truk jenis itu mampu meningkatkan kapasitas muatan sampah yang dibuang ke TPA. Biasanya, truk mengangkut empat ton sampah. Tapi bila sampah dipadatkan, muatannya bisa menjadi lebih banyak yaitu delapan ton sampah. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,