BIJB Kertajati Strategis Pulihkan Industri Penerbangan

BIJB Kertajati Strategis Pulihkan Industri Penerbangan

Bandung - Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat di[pandang setrategis menghapus citra buruk industri penerbangan Indonesia.

"Pembangunan BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka menurut kami akan menjadi peluang bagi Indonesia, dalam membenahi pelayanan di dunia penerbangan internasional," kata  Vice President Indonesia Aviation and Aerospace Watch (IAAW) Juwono Kolbioen di Bandung.

Dengan konsep aetropolios business concept, pembangunan Bandara Kertajati ditargetkan dapat menyikapi perkembangan dunia transportasi udara yang berkembang cepat. "Bandara Kertajati dapat mengatasi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi Bandara Internasional Soekarno Hatta, sekaligus mampu menggantikan Bandara Husein Sastranegara Bandung," katanya.

Ia mengatakan,  dua bandara itu memiliki banyak persoalan potensi bencana penerbangan yang bisa menyebabkan persoalan. "Ini bisa diatasi oleh Bandara Kertajati jika menerapkan dengan benar sesuai regulasi," tegas Juwono.

Bandara Husein Sastranegara Bandung, dinilai Juwono sudah kelebihan kapasitas. Di sekeliling bandara itu juga banyak bangunan yang bisa menyebabkan hambatan bagi penerbangan. "Berdasarkan data yang kami miliki, kapasitas pesawat yang terbang dari Bandung dibatasi dari 200 penumpang menjadi 120 hingga 130 penumpang," katanya.

Menurutnya, Bandara Kertajati menjadi strategis karena penerbangan Indonesia tengah terpuruk dan masuk kategori dua dalam hal keselamatan penumpang. "Negara kita pernah duduk di dalam Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada 1962, dan kini terlempar. Indonesia berupaya masuk ke situ setiap tiga tahun sekali, tapi kita tidak dianggap," tuturnya.

Dengan memiliki ruang udara 81 persen dari total Negara ASEAN, ICAO menurutnya sudah meminta agar Indonesia menunjukkan rencana yang efisien dalam mengelola bandara agar bisa mengangkat citra. "Kami yakin Bandara Kertajati akan dibangun sesuai regulasi penerbangan. ICAO nanti melihat Indonesia sudah membangun bandara yang sudah sesuai regulasi," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,