KIS, KJS, JKN & BPJS Bingungkan Masyarakat

KIS, KJS, JKN & BPJS Bingungkan Masyarakat

KIS, KJS, JKN & BPJS Bingungkan Masyarakat. (Foto: CIKALNEWS/Rzl)

Jakarta - Awal November 2014 lalu, Presiden Jokowi telah meluncurkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Banyak masyarakat yang bertanya-tanya soal kegunaan KIS, karena sudah ada beberapa program jaminan kesehatan serupa, seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan khusus untuk wilayah DKI Jakarta ada Kartu Jakarta Sehat (KJS).

"Saking begitu banyaknya program sejenis hingga cukup membingungkan kami. Apalagi nanti dalam praktiknya, diperkirakan akan banyak menghadapi kendala dan permasalahan," tutur Alfindo, salah seorang warga DKI Jakarta, (Rabu (5/11).

Menurutnya, mungkin berbagai program yang diwacanakan oleh Presiden Jokowi memang bagus, dalam rangka membantu masyarakat tidak mampu atau miskin. Namun, kalau terlalu banyak di antaranya yang nyarisn sejenis, menjadikan masyarakat bingung juga.

Sementara itu,  Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati memaparkan, pada dasarnya, KIS, JKN, dan KJS adalah program yang berada di bawah koordinasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

KIS, lanjut Dien, adalah perpanjangan dari program JKN yang khusus menyasar para fakir miskin. JKN merupakan program yang diluncurkan per 1 Januari 2014.  "Jadi, warga miskin yang dulu terdaftar di Jamkesmas, kini terdaftar di Kartu Indonesia Sehat. JKN dan KIS datanya juga dari BPJS. Jadi, semuanya satu pintu. JKN dan KIS itu kartunya, pelaksananya BPJS," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:kesehatan,