Merasa Dirugikan, Pengemudi Gojek Kepung Balaikota

Merasa Dirugikan, Pengemudi Gojek Kepung Balaikota

(Foto: galamedianews)

Bandung - Ribuan pengemudi gojek mengepung Balaikota Bandung di Jalan Wastukancana Bandung, Selasa (1/12/2015) pagi. Mereka pun mendatangi Balaikota Bandung lengkap dengan atribut lengkap gojeknya, untuk melakukan unjuk rasa.
 
Sebelumnya, para pengemudi gojek pun sempat mendatangi Balaikota Bandung, Senin kemarin untuk meminta bantuan Walikota Bandung Ridwan Kamil, membujuk pengelola gojek menghapuskan suspend yang sudah merugikan seluruh sopir gojek di Kota Bandung.

"Saya tidak bisa ambil deposit. Bahkan harus membayar suspend sebesar Rp 1.516.800, dan saya pun tidak tahu kesalahan saya apa. Tiba-tiba harus bayar suspend dan saya tidak bisa mengambil deposit atau penghasilan dari menarik penumpang sebesar Rp 1.00.300," kata pengemudi gojek.

Mereka yang terkena suspend pun tidak hanya dirinya, tetapi juga sebegaian besar sopir gojek yang ada di Kota Bandung. "Apabila suspend nanti malam nggak dihapuskan, maka kami besok pagi --Selasa ini--  rencananya kami  akan menyegel kantor," katanya.
 
Untuk itu, para pengemudi gojek Bandung meminta Walikota Bandung Ridwan Kamil menyikapi permasalahan yang dihadapi oleh para pengemudi gojek.
 
Menurut koordinator aksi, Sule (45), permintaan penutupan dari para pengemudi gojek ini lantaran pihak manajemen gojek telah melakukan pelanggaran yang merugikan. Dari 35 ribu pengemudi gojek, 17 ribu di antaranya mendapatkan sanksi skorsing. Sanksi itu diberikan karena pihak manajemen menduga ada order fiktif.
 
"Padahal kami tidak mengerti apa itu order fiktif, yang kami tahu tugas kami ya mengemudi. Dengan skorsing ini praktis kami tidak bisa narik," katanya. Apalagi, pihak PT Gojek telah melakukan kecurangan dengan beberapa pemotongan saldo untuk cicilan barang yang diberikan PT Gojek.
 
Pemotongan yang biasanya dilakukan per minggu, saat ini malah dilakukan hampir setiap hari dengan nominal potongan yang beragam. "Kendati sudah disanksi, pemotongan juga terus berjalan," tegasnya.
 
Terlebih lagi, dengan sanksi yang diberikan ini pun para pengemudi sulit untuk mencairkan uang saldo. "Kami tidak bisa mengambil hasil jerih payah kami sendiri. Ini jelas merugikan," lanjutnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya meminta agar Walikota Bandung membantu menyelesaikan masalah yang dialami para pengemudi gojek ini. "Kami di sini punya bapak yaitu Kang Emil. Kami minta bisa menyikapi masalah ini," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,