Terkait Suap Bank Banten, KPK Segera Periksa Rano Karno

Terkait Suap Bank Banten, KPK Segera Periksa Rano Karno

Gubernur Banten Rano Karno. (foto - ist)

Jakarta - Dugaan kasus suap pembahasan Peraturan Daerah Pembentukan Bank Banten yang menjerat dua anggota DPRD di Provinsi tersebut serta seorang pengusaha, terus dikembangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi mengemukakan, pengembangan ini salah satunya dapat dilakukan dengan cara memeriksa pihak, yang diduga mengetahui proses pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPBD) Banten 2016. Termasuk Gubernur Banten Rano Karno.

"Prinsipnya siapa pun jika keterangan diperlukan tentu akan dipanggil, sepanjang diperlukan menurut penyidik," kata Johan Budi saat jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (2/12/2015).
 
Meski begitu, ia meminta semua pihak untuk tidak lebih dulu menyimpulkan perkara ini karena penyidik lembaganya masih bekerja mengembangkan kasus, yang terungkap setelah adanya operasi tangkap tangan pada 1 Desember kemarin. "Jangan disimpulkan dulu. Yang pasti dari pengembangan yang dilakukan memenuhi dua bukti permulaan cukup dan ditetapkan tiga tersangka," katanya.

Sebelum tertangkapnya tiga orang oleh KPK, Direktur PT Banten Global Development Ricky Tampinongkol telah menyerahkan empat nama bank, yang akan diakuisisi menjadi Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten atau biasa disebut Bank Banten.

Keempat bank itu, Bank Panin Syariah, Bank Pundi, Bank MNC, dan Bank Windu Kencana. Penyerahan daftar bank yang akan diakuisisi dilakukan Senin malam di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Banten. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,