Enam Perwira Tinggi Polri Mendapat Ancaman dari ISIS

Enam Perwira Tinggi Polri Mendapat Ancaman dari ISIS

Enam perwira tinggi Polri mendapat ancaman dari ISIS yang bermarkas di Suriah. (foto - ist)

Jakarta -  Sebanyak enam perwira tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) ditengarai mendapat ancaman teror dari kelompok militan ISIS, yang bermarkas di Suriah.
 
"Intelijen Amerika Serikat dan Australia secara resmi sudah mengingatkan, para perwira itu agar mewaspadai ancaman tersebut,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/12/2015).
 
Dari enam perwira tersebut, ia memerinci dua perwira tinggi di Mabes Polri, dua kepala kepolisian daerah, seorang jenderal purnawirawan, dan seorang lagi komisaris besar.  Neta mengemukakan, para perwira itu dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penangkapan kelompok radikal di Indonesia.
 
"Polri sepertinya sudah mengantisipasi ancaman dengan memperketat pengamanan di berbagai fasilitas Polri. Misalnya di Mabes Polri, petugas dilengkapi senjata laras panjang. Selain itu, beberapa perwira tinggi pun menggunakan mobil antipeluru dalam beraktivitas,” katanya.
 
Menurut Neta, ancaman serupa juga ditujukan ke para perwira negara lain, yang menjadi musuh ISIS. "Serangan teror beruntun di satu kota seperti di Paris, memang menjadi perhatian masyarakat internasional saat ini. Hal itu tentunya diharapkan tidak pernah terjadi di Indonesia, meski Indonesia pernah beberapa kali mendapat serangan teror bom. Antara lain serangan bom beruntun,” katanya.
 
Oleh karena itu, IPW berharap menjelang akhir 2015 Polri perlu upaya meningkatkan kewaspadaan. Jajaran Polri agar jangan ragu menindak tegas terhadap berbagai gerakan yang mengarah pada aksi terorisme.
 
"Apalagi sudah ada sekira 1.000 orang Indonesia yang pernah bergabung dengan ISIS sudah kembali ke Tanah Air, Polri perlu bekerja ekstra dalam mencermati gerakan mereka,” tegas Neta. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,