Erupsi Gunung Etna Indah, Takjub serta Mengerikan

Erupsi Gunung Etna Indah, Takjub serta Mengerikan

Sebuah fenomena erupsi Gunung Etna di Italia. (foto - ist)

Sisilia - Malam itu langit Sisilia begitu memukau. Keindahan sekaligus mengerikan itu dipersembahkan oleh erupsi Gunung Etna. Setelah tertidur  selama sekitar dua tahun, tak disangka gunung berapi itu kembali memuntahkan abu vulkanik.
 
Dilansir Daily Mail, meski aktivitasnya telah terasa sejak bulan lalu, banyak yang tak mengira aksi gunung berapi setinggi 10.925 meter itu kini begitu memukau. Menurut para ahli vulkanik, erupsi kali ini berasal dari kawah baru, yang terbentuk pada letusan tahun 1945. Tempat yang sama meletus dua tahun lalu.
 
Gunung Etna merupakan gunung berapi tertinggi di kawasan Eropa dan seringkali mengeluarkan erupsi. Letusan besar terakhir terjadi pada tahun 1992, namun ternyata gunung berapi Etna masih memiliki aktivitas seismik yang konstan.
 
Letusan pada 2013, menurut para ahli merupakan semburan lava yang paling besar yang pernah dimuntahkan oleh Etna. Sebuah catatan menuliskan, pertama kali gunung itu meletus terjadi saat 500 tahun lalu. Berbeda dengan 2015, Etna begitu 'lembut', jauh berbeda dengan letusan 2013 yang diawali gempa.
 
Dikabarkan, letusan Etna telah didokumentasikan sejak 1.500 Sebelum Masehi, ketika warga sipil terpaksa bermigrasi demi keselamatan. Sejak itu, telah ada lebih dari 200 letusan, hampir tidak terdeteksi untuk bencana.
 
Pada 122 SM, letusan eksplosif memuntahkan banyak abu ke Kota Catania. Bencana itu menghancurkan ratusan rumah dan membebaskan penduduk kota itu, dari membayar pajak ke Roma selama 10 tahun.
 
Sedangkan letusan paling kuat sampai saat ini berada pada 1669. Semburan lava dari puncak mengalir mencapai laut lebih dari 16 kilometer jauhnya. Bencana itu membuat upaya para pemimpin kota untuk mengontrol aliran lava menjadi sia-sia.
 
Letusan besar lainnya terjadi pada 1852, menghasilkan lebih dari 2 miliar kaki kubik lava dan 'menelan' lebih dari 3 mil persegi dasar gunung berapi. Sementara letusan terpanjang dimulai tahun 1979, dan berlangsung selama 13 tahun.
 
Letusan dalam periode berturut-turut juga sempat terjadi pada 1991, selama 2 tahun. Lebih dari 25 persen penduduk Sisilia di lereng Etna bergantung hidup dengan sumber utama pendapatan dari pulau itu. Pulau yang memiliki pertanian subur karena kaya tanah vulkanik, selain menjadi lokasi wisata yang menarik. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,