Inggris Muak Tolak Donald Trump Masuk Britania Raya

Inggris Muak Tolak Donald Trump Masuk Britania Raya

Warga Inggris muak, tolak Donald Trump masuk negaranya. (foto - BBC)

London - Mendengar bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan berbagai pernyataan kontroversial yang cenderung rasis, warga Inggris muak dibuatnya. Baru-baru ini politikus Partai Republik itu menyerang umat Islam, yang mengusulkan AS melarang orang beragama Islam masuk ke negaranya karena khawatir mereka terlibat terorisme.
 
Merespon hal tersebut, sejumlah warga Inggris berinisiatif membuat petisi elektronik kepada parlemen. Isinya, meminta parlemen menetapkan Trump sebagai sosok yang dilarang masuk ke seluruh wilayah Britania Raya.
 
Seperti dilaporkan BBC, Kamis (10/12/2015) petisi menolak Donald Trump masuk Inggris telah ditandangani lebih dari 200 ribu orang. Sesuai mekanisme yang berlaku, parlemen harus membahas petisi tersebut dalam rapat terbuka.
 
Adalah sosok yang mengusulkan petisi itu, yakni Suzanne Kelly. Dia sebelumnya pernah mengkritik Donald Trump, karena membangun lapangan golf di Kota Aberdeenshire tanpa mengikuti izin yang berlaku.
 
Kelly menyatakan, perilaku Trump tidak bisa ditoleransi. Usulan melarang muslim masuk AS sudah terhitung ujaran kebencian. Perilaku menebar provokasi, fitnah, serta promosi terorisme masuk kategori pidana. sekaligus bisa membuat seseorang dilarang masuk Inggris oleh Kementerian Dalam Negeri.
 
"Jika Inggris selama ini berkomitmen menyatakan ujaran kebencian sebagai 'tindakan yang tidak bisa diterima' dan berpengaruh pada diterima tidaknya sosok itu di perbatasan kita, sudah sewajarnya hukum ini ditegakkan pada semua orang, kaya ataupun miskin," tulis Kelly.
 
Sementara itu, Politikus Partai Buruh Jack Dromey dan Pemimpin Partai Hijau Natalie Bennet, berjanji akan membahas tuntutan rakyat itu dalam sidang parlemen. Mereka optimis, sosok Trump bisa benar-benar dilarang masuk ke seluruh Britania Raya, mencakup Skotlandia, Irlandia Utara, Inggris, dan Wales.
 
Tak hanya itu, Menteri Utama Skotlandia, Nicola Sturgeon telah mencabut status Trump sebagai Duta Bisnis negaranya di AS. Demikian pula Universitas Robert Gordon, di Kota Aberdeen, Skotlandia membatalkan gelar kehormatan bagi sosok pengusaha properti tajir itu yang diberikan pada 2010. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,