Jelang Rapat The Fed Rupiah Terhempas ke Posisi 14.000

Jelang Rapat The Fed Rupiah Terhempas ke Posisi 14.000

Rupiah terhempas ke posisi Ro 14.000 per dolar AS. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Rupiah kembali tertekan ke posisi Rp 14.000 per dolar AS, yang disebabkan oleh beberapa faktor kondisi global. Salah satunya menjelang rapat The Fed (Federal Open Market Committee).
 
"Menjelang 16 Desember 2015 di mana akan berlangsung meeting FOMC menjadikan rupiah tertekan. Selain itu terus melemahnya ekonomi Cina juga turut mempengaruhi," kata Gubernur BI Agus Martowardojo di Gedung Bank Indonesia Jakarta, Kamis (10/12/2015).
 
Disebutkan, keputusan OPEC pun beberapa waktu lalu lebih mempertahankan produktivitas membuat harga komoditas terus turun. Namun demikian, kondisi seperti ini bisa dipahami dan bisa dilewati. BI pun akan terus berada di pasar guna mengantisipasi.
 
"Kita melihat semua faktor kondisi global itu yang menjadi sumber tertekannya rupiah. Kita melihat ini adalah sesuatu yang dapat dipahami, kita akan bisa melewati ini. BI berada di pasar dan akan selalu di pasar," katanya.
 
Sementara untuk faktor domestik, menurut Agus utang yang jatuh tempo dan cukup besar juga turut mempengaruhi. Utang yang jatuh tempo tahun ini sebesar 12 miliardolar AS, lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya 8 miliar dolar AS. "Hal itu tentunya membuat kebutuhan valuta asing cukup tinggi," tegasnya.
 
Namun, lanjut Agus kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini jauh lebih baik jika dibandingkan pada Kuartal III 2015. "Tekanan di akhir kuartal IV tidak setinggi pada kuartal III lalu. Jadi kondisi saat ini jauh lebih baik," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,