Setnov Polisikan Jaksa Agung, Sudirman Said dan Maroef

Setnov Polisikan Jaksa Agung, Sudirman Said dan Maroef

Ketua DPR Setya Novanto bersama tim kuasa hukumnya. (foto - ist)

Jakarta - Razman Arif Nasution resmi diangkat sebagai salah seorang  kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto. Novanto memberikan kuasa kepada Razman untuk mempolisikan tiga orang, yakni Muhammad Prasetyo (Jaksa Agung), Sudirman Said (Menteri ESDM), dan Maroef Sjamsoeddin (Presiden Direktur PT Freeport Indonesia).
 
"Kami akan melaporkan tiga pimpinan atau pejabat negara, yakni Sudirman Said, Jaksa Agung M Prasetyo dan Maroef Sjamsoeddin," kata Razman kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta, Jumat (11/12/2015).
 
Menurut Razman, Novanto akan melaporkan tiga orang sekaligus terkait pelaporan yang dilakukan Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ia menilai, Sudirman telah salah melaporkan ke MKD atas dugaan pencatutan nama presiden untuk meminta dua puluh persen saham PT Freeport.
 
"Menurut terminologi bahasa Indonesia, tidak ada di situ dengan mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden. Maka SS (Sudirman Said) diduga telah melakukan pidana dengan ancaman pidana 2,8 bulan," kata Razman.
 
Razman juga menuding Sudirman telah mengeluarkan kebijakan yang melewati batas dan tidak sesuai prosedur. "SS telah mengeluarkan surat terkait izin Freeport. Padahal itu hanya bisa dilakukan pada 2019, tegasnya.
 
Begitu juga Jaksa Agung, Razman menyatakan pimpinan Korps Adhyaksa itu juga telah ikut-ikutan mengeluarkan pernyataan, Novanto telah mencatut nama Presiden. Padahal, dalam rekaman maupun transkrip yang dilaporkan Sudirman Said, tidak ada unsur kata pencatutan nama.
 
"Prasetyo pernah saya lihat di TV swasta bilang SN (Setya Novanto) jangan menghindar, SN mencatut nama Presiden. Jaksa Agung telah melampaui kewenangannya," katanya.
 
Sementara Maroef Sjamsudin diduga telah bertindak di luar batas dengan melakukan perekaman. "Patut diduga telah menyalahgunakan kewenangannya. Dalam posisi apa dia melakukan penyadapan. Ada delapan pakar yang bicara di media, dalam kapasitas apa Maroef sengaja merekam dan menyebarkan, maksudnya apa," katanya.
 
Ia mengatakan, dalam waktu dekat tim kuasa hukum akan melaporkan ketiga orang itu kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. "Kita minta penyidik Bareskrim diuji kemampuannya untuk melakukan penyelidikan terhadap tiga orang ini.” (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,