Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 51 Miliar Dimusnahkan

Obat dan Makanan Ilegal Senilai Rp 51 Miliar Dimusnahkan

BBPOM Bandung musnahkan sebanyak 161.124 kemasan obat, kosmetika dan makanan ilegal. (foto - ist)

Bandung - Paling tidak, delapan kota memusnahkan barang bukti berupa obat dan makanan ilegal yang dilakukan secara serentak. Kedelapan kota itu di antaranya Kota Bandung, Kendari, Semarang, Bandar Lampung, Palembang, Medan, Pekanbaru, Serang, dan Jakarta.
 
"Total barang bukti yang kami musnahkan nilainya lebih dari Rp 51,5 miliar," kata Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza Badan POM, Tengku Badar Johan Hamid di halaman Kantor BBPOM Bandung Jalan Pasteur, Jumat (11/12).
 
Ia mengatakan, jumlah barang bukti terbesar ada di Jabar yang nilainya mencapai sekitar Rp 10,6 miliar.  Dengan jumlah penduduk yang tinggi, Jabar memang pasar terbesar bagi penjual obat dan makanan ilegal.  "Selain pasar, pabrik makanan dan obat tradisional juga banyak di wilayah Jabar. Makanya tahun depan kami akan coba tindak pabriknya," katanya.
 
Menurut Badar, selain penindakan ke sejumlah distributor yang berjualan di toko, pihaknya juga menyasar penjualan secara online. Sebagian besar makanan dan obat ilegal yang dijual secara online, tidak memiliki izin terutama yang dijual dari luar Indonesia.
 
"Lewat kerja sama dengan interpool, kami terus gencar melakukan operasi, yakni sudah empat kali melakukan penindakan untuk menangkap penjual obat dan makanan ilegal dari luar negeri. Terakhir kami tutup web 298 online shop," tegas Badar.
 
Sementara itu, sejumlah obat dan makanan hasil sitaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung dimusnahkan. Obat dan makanan itu tidak memiliki izin dan mengandung bahan yang berbahaya. Sebanyak 161.124 kemasan obat, kosmetika dan makanan ilegal berhasil disita BBPOM Bandung dengan nilai Rp 10 miliar sepanjang tahun 2015 ini.
 
Perinciannya,sebanyak  21.757 kemasan obat ilegal dan obat keras tanpa keahlian dan kewenangan, 108.065 kemasan kosmetika ilegal mengandung bahan berbahaya, 3.384 kemasan obat tradisional ilegal mengandung bahan kimia, serta 27.918 kemasan pangan ilegal yang mengandung bahan berbahaya. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,