Jembatan terputus, 3 Kecamatan di Aceh Barat Terisolir

Jembatan terputus, 3 Kecamatan di Aceh Barat Terisolir

Jembatan terputus akibatkan 3 dari12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terisolir. (foto - ist)

Meulaboh - Musibah banjir yang menerjang permukiman penduduk sejak kemarin pagi dengan kedalaman satu hingga dua meter, telah memutuskan jalan di beberapa kecamatan di Provinsi Aceh. Akibatnya, 3 dari12 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terisolir.
 
Menurut Kasubag Hubungan Media Masa Setdakab Aceh Barat Jopi D Saputra di Meulaboh, mengatakan, hingga Sabtu dinihari petugas belum bisa menerobos untuk mengantarkan logistik ke daerah yang terisolir.
 
"Untuk Kecamatan Woyla Timur dan Woyla Barat, anggota Tagana belum berhasil melintasi karena tingginya debit air. Untuk itu akan dicoba kembali untuk menerobos kawasan itu," katanya, Minggu (13/12/2015).
 
Tingginya intensitas hujan dalam pekan ini yang melanda Aceh, menurutnya telah mengakibatkan meluapnya beberapa aliran sungai yang berdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh Barat sejak Kamis lalu.
 
Ke-12 kecamatan seluruhnya mengalami banjir, seluruh desa yang ada dalam tiap kecamatan dan yang terparah terjadi di Kecamatan Woyla Timur, dengan kedalaman satu hingga dua meter yang merendam seluruh desa yang ada di setiap kecamatan tersebut. Pemkab Aceh Barat yang dibantu TNI/Polri dan Basarnas telah turun ke lokasi guna mengevakuasi masyarakat ke tempat pengungsian terdekat. 
 
Sementara Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnaketrans) bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana), telah menyalurkan bantuan masa panik berupa beras ke sejumlah titik. "Pemda sudah menyalurkan logistik untuk bantuan masa. Beras sudah dikeluarkan sejumlah 34 ton terutama untuk Kecamatan Pantee Ceuremen, Panton Reu, Arongan, Samatiga, Bubon, Johan Pahlawan dan Meurebo," katanya.
 
Ia menjelaskan, Pemkab Aceh Barat saat ini terus mengupayakan bantuan lainnya yang bersumber dari donatur maupun pemerintah, dan dari pemerintah tingkat dua Provinsi Aceh telah turut mengirimkan beras dan lauk pauk.
 
Hingga Minggu (13/12/2015) dinihari, data korban banjir yang dihimpun dari posko siaga banjir Dinsosnakertrans Aceh Barat tercatat 14.146 Kepala Keluarga (KK), dan 49.605 jiwa tersebar di 12 kecamatan.
 
Selain merendam permukiman penduduk, banjir kali ini juga mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Misalnya di kawasan jalan Kajeung Sarah Perela Kecamatan Sungai Mas dan abrasi pengikisan kepala jembatan Sawang Teube lintas Kecamatan Pantee Ceuremen.  "Bupati Aceh Barat H.T Alaidinsyah bersama instansi terkait, TNI, Polri terus memantau perkembangan bencana alam ini yang juga turut terjun langsung ke sejumlah lokasi banjir sejak malam kemarin," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,