Diancam Bom, Seluruh Sekolah di Los Angeles Tutup

Diancam Bom, Seluruh Sekolah di Los Angeles Tutup

Seluruh sekolah di Los Angeles tutup karena adanya ancaman bom. (foto - ist)

Los Angeles - Seluruh sekolah di Los Angeles menerima kiriman surat elektronik yang berisikan sebuah teror. Isi surat elektronik itu mengatasnamakan kelompok jihadis, yang mengaku akan melakukan serangan menggunakan bom, senapan, dan gas ke sekolah umum.
 
Ancaman itu disampaikan hanya selisih dua pekan dengan peristiwa penembakan brutal, yang terjadi di sebuah kantor pelayanan sosial di San Bernardino, California. Akibat penembakan itu, 14 orang tewas, dan 21 orang mengalami luka-luka. Penembakan dilakukan oleh suami istri Muslim. Polisi California mengatakan, penyilidikan insiden dikaitkan dengan aksi terorisme.

Konsultan pendidikan Los Angeles Ramon C. Cortines pun telah membahas mengenai adanya ancaman yang dikirimkan ke berbagai sekolah pada Senin, 14 Desember 2015, sekitar pukul 10 malam waktu setempat, dengan pihak kepolisian.
 
Mereka mengambil keputusan untuk memberikan peringatan waspada kepada sekitar 1.100 sekolah di seluruh Los Angeles. Mereka juga meminta agar seluruh orangtua menjaga anak mereka agar tetap tinggal di dalam rumah. 

Seperti diberitakan New York Times (16/12/2015), ancaman itu ternyata tak hanya terjadi di Los Angeles. Kepolisian New York juga mengaku menerima email yang sama. Komisioner Kepolisian New York, William J Bratton mengatakan, mereka membahas email itu lalu memutuskan itu adalah hoax.

Selasa siang, pihak berwenang di Los Angeles kembali membahas surat ancaman tersebut, dan sampai pada kesimpulan, surat itu mendekati hoax. Pihak berwenang Los Angeles mengatakan, seluruh sekolah akan kembali dibuka pada Rabu, 16 Desember 2015.

Sementara itu, Walikota New York Bill de Blasio mengatakan "Kami telah menyimpulkan, bahwa kami akan tetap menjaga sistem sekolah agar selalu terbuka. Faktanya, adalah hal yang sangat penting untuk tidak bereaksi berlebihan dalam situasi seperti ini." (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,