Golput di Medan Capai 74,44 Persen dalam Pilkada 2015

Golput di Medan Capai 74,44 Persen dalam Pilkada 2015

Kesibukan KPU Medan jelang rekapitulasi suara. (foto - ist)

Medan - ‎Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pemilihan kepala Daerah (Pilkada) Medan 2015, telah selesai dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan. Namun hasilnya meninggalkan citra buruk, sehubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat rendah. Bahkan terendah dalam sejarah pilkada Medan.
 
Rapat yang digelar di Convention Center Tiara Hotel, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (16/12/2015) itu mencatat, hanya sekitar 507.351 warga yang menggunakan hak pilihnya. Jumlah itu hanya 25,56 persen dari jumlah seluruh warga, yang memiliki hak pilih dan terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 1.985.096 pemilih.
 
"Pengguna hak pilih memang hanya sekitar 25,5 persen, sisanya 1.477.475 pemilih, atau sekitar 74,44 persen tidak menggunakan hak pilihnya atau golput. Ini boleh jadi angka golput tertinggi," kata Komisioner KPU Medan, Pandapotan Tamba.
 
Pasangan nomor urut 1 Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution (BENAR) memperoleh 346.406 suara atau 71,72 persen dari 483.014 suara sah. Sedangkan rival mereka, Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma (Redi) hanya memperoleh 136.608 atau 28,28 persen. "Dalam pilkada ini terdapat 24.336 suara tidak sah. Jumlah itu mencapai 5,04 persen, dari total 507.351 pemilih yang menggunakan haknya," tegasnya. 
 
Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution diusung PDIP, Golkar, Nasdem, PKS, PKPI, PAN dan PBB. Sementara Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma didukung Partai Demokrat, Gerindra dan Hanura.
 
Dzulmi Eldin merupakan calon petahana karena sebelumnya menjabat sebagai walikota Medan. Sementara Ramadhan Pohan adalah mantan anggota DPR yang juga elit di Partai Demokrat. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,