Velove pun Utarakan Kesedihan atas Putusan Hakim

Velove pun Utarakan Kesedihan atas Putusan Hakim

Velove Vexia

Jakarta - Dengan mata berkaca-kaca, Velove Vexia mendengarkan dengan seksama dan serius putusan yang diutarakan hakim, dalam sidang vonis tersangka pengacara senior Otto Cornelis Kaligis.
 
Ya, sang ayah pun akhirnya diganjar 5 tahun 6 bulan penjara dan 4 bulan subsider dengan denda Rp 300 juta, karena terbukti bersalah telah menyuap hakim dan panitera PTUN Medan.
 
Artis cantik itu mengaku sedih atas putusan hakim. "Sebagai anak, mau berapa tahun pun tetap sedih karena sayang sama papa," katanya seusai menemani OC Kaligis mendengarkan putusan di gedung Tipikor, Jakarta, Kemayoran.

Diakui Velove, dirinya memang tidak terlalu paham dengan kasus yang menimpa ayahnya. Namun, ia yakin sang ayah telah memberikan yang terbaik dalam karyanya selama ini. "Aku nggak begitu paham kasusnya, cuma whatever it is, aku tahu my dad will do the best," katanya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tipikor memvonis OC Kaligis dengan pidana 5 tahun 6 bulan dan 4 bulan subsider, dengan denda Rp 300 juta dalam kasus suap PTUN Medan.

"Menyatakan hukuman kepada terdakwa Otto Cornelis Kaligis terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Dinyatakan secara sah pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan," kata Ketua Majelis Hakim Sumpeno.
 
Velove Vexia pun merasa optimistis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat akan memutuskan secara adil  perkara ayahnya, OC Kaligis. "Sebelum memutuskan suatu perkara, hakim tentunya memiliki hati nurani dan vonis seadil-adilnya," kata Velove.

Bintang sinetron itu berpendapat, kasus yang menjerat ayahnya bukan menyangkut kerugian uang negara.  Tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 10 tahun penjara untuk ayahnya tidaklah adil. Ia juga mengatakan, ayahnya tidak mencuri uang negara dan tidak dalam operasi tertangkap tangan (OTT).

Artis kelahiran Jakarta, 13 Meret 1990 itu menambahkan, padahal hakim juga dapat mempertimbangkan sejumlah pembelaan yang sudah dibeberkan selama dalam persidangan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,