RJ Lino Dijadikan Tersangka Terkait Kasus Pengadaan QCC

RJ Lino Dijadikan Tersangka Terkait Kasus Pengadaan QCC

KPK Tetapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino jadi tersangka. (foto - ist)

Jakarta - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Quay Container Crane ‎di Pelindo II tahun anggaran 2010.

‎"KPK menemukan dua alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status penyelidikan perkara itu ke penyidikan dan menetapkan Dirut Pelindo II Persero sebagai tersangka," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, ‎dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/12/2015).

Menurut Yuyuk, RJ Lino diduga melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai Dirut Pelindo II dalam proyek pengadaan Quay Container Crane untuk memperkaya diri sendiri, orang lain atau koorperasi. Penyalahgunaan wewenang itu dengan memerintahkan penunjukan langsung  perusahaan Cina ,untuk pengadaan 3 buah Quay Container Crane.

Oleh KPK, RJ Lino disangkakan dengan Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Awalnya kasus ini dari penyelidikan terhadap laporan Serikat Pekerja Pelindo II kepada KPK pada 2014. Saat itu, para Serikat Pekerja Pelindo II melaporkan manajemen Pelindo II, terkait sejumlah hal yang dianggap ganjil.

Antara lain terkait pengadaan dua unit Quay Container Crane (QCC) untuk Pelabuhan Tanjung Priok yang dialihkan ke Pelabuhan Palembang dan Pontianak, penggunaan tenaga ahli dan konsultan yang dianggap tidak sesuai prosedur, megaproyek Kalibaru, pemilihan perusahaan bongkar muat di Tanjung Priok, serta terkait perpanjangan kontrak perjanjian Jakarta International Container Terminal (JICT). (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,