Kondisi Lahan Kritis, 4 Daerah di Jabar Rawan Pangan

Kondisi Lahan Kritis, 4 Daerah di Jabar Rawan Pangan

Alih fungsi lahan tak terbendung hingga lahan pertanian semakin menyusut. (foto - ist)

Bandung - Sedikitnya empat dari 28 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat terdiri atas Kota Bandung, Kabupaten Purwakarta, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Sukabumi rawan pangan. Lahan pertanian di perkotaan itu terus menyusut, sejalan dengan tak terkendalinya alih fungsi lahan menjadi industri dan kawasan permukiman.

"Bisa tidak kota itu memenuhi kebutuhan pangannya bagi masyarakatnya? Kota Bandung misalnya sudah tidak bisa, Purwakarta lahannya sudah kritis, Kota Sukabumi juga demikian," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar seusai memimpin Rapat Dewan Ketahanan Pangan di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Jumat (18/12/2015).

"Tingkat kerawanan di daerah itu pun berpotensi semakin parah, mengingat sebagian besar beras dari Jabar terdistribusi ke Pasar Induk Cipinang di Jakarta," katanya. Beberapa daerah yang rawan itu sebaiknya mencontoh Kota Banjar, yang memiliki lahan pertanian mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. "Untuk Kota Banjar sudah mandiri secara pangan, karena punya lahan pertanian yang mencukupi," katanya.

Meski demikian, Deddy tidak terlalu khawatir mengingat daerah lain yang ada di Jabar terbilang surplus pangan, sehingga bisa membantu daerah yang kekurangan. Oleh karena itu, ke depan dibutuhkan pasar induk di masing-masing kabupaten/kota untuk mempermudah akses pangan.

Ia pun mengusulkan penggunaan teknologi informasi (information technology - IT) untuk menghimpun data pangan dari kabupaten/kota. Sehingga akan mudah diketahui daerah yang sedang surplus komoditi pangan tertentu dan daerah yang kekurangan.

"Zaman sekarang sudah era IT, jadi harusnya bisa lebih gampang tarik data. Jangan sampai petani menanam jenis tanaman yang sama nanti kelebihan produksi, yang ujung-ujungnya merugikan petani sendiri," tegasnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Jawa Barat Dewi Sartika menyatakan, kota/kabupaten itu berpotensi rawan pangan karena belum mandiri untuk memenuhi kebutuhan di daerahnya sendiri. "Daerah yang paling mandiri pangan adalah Indramayu, yang mencapai 400 persen dari angka kebutuhan masyarakatnya," katanya.

Ia menambahkan, melihat kondisi itu pihaknya berharap masing-masing daerah dapat mempertahankan luas lahan pertanian yang masih tersisa. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,