Kebebasan Pers Indonesia Mundur Anjlok ke Peringkat 138

Kebebasan Pers Indonesia Mundur Anjlok ke Peringkat 138

Foto ilustrasi

Jakarta - Dalam 10 tahun terakhir ini kebebasan pers dan berekspresi di Indonesia mundur. Posisi Indonesia dalam hal kebebasan pers menurut data dari World Press Freedom Index 2015 yang dirilis Reporters Sans Frontiers (Prancis), berada di peringkat 138 dari 180 negara.
 
"Padahal, peringkat tahun sebelumnya Indonesia di posisi ke-132, namun tahun 2015 ini turun ke posisi 138. Artinya, ini lebih buruk dari tahun lalu,"  kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Suwarjono, di Kedai Tjikini Jakarta, Minggu (20/12/2015).
 
Anjloknya kebebasan pers itu juga diamini mantan Ketua Umum AJI Eko Maryadi. Ia heran kenapa Indonesia bisa terpuruk soal kebebasan persnya, bahkan di bawah Thailand yang notabeene berada di bawah junta militer. 
 
"Ini lebih buruk dari Thailand yang dipimpin oleh junta militer. Namun yang membedakan, di Thailand tidak ada serangan fisik kepada jurnalis, itu jarang sekali terjadi‎. Namun di Indonesia sering terjadi, begitu juga di Filipina," katanya.
 
Sejauh ini, World Press Freedom Index 2015 menempatkan Thailand‎ di posisi 134. Bahkan, Timor Leste lebih baik lagi dengan menduduki peringkat 103. Untuk posisi pertama dipegang Finlandia, diikuti Norwegia, Denmark, Belanda, Swedia, dan Selandia Baru.
 
Sementara itu, Freedom House yang berbasis di Amerika Serikat, selama lima tahun terakhir menempatkan Indonesia di posisi partly free. 
 
Disebutkan, kebebasan warga negara dan pers terhempas karena kehadiran undang-undang yang berpotensi membatasi kebebasan berpendapat. Misalnya,‎ UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Intelijen, dan RUU Kerahasiaan Negara, yang bertentangan dengan UU Keterbukaan Informasi Publik. Oleh karena itu, media dan jurnalis rentan kekerasan dan tindak kriminalisasi. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,