Ariadna Gutiérrez Gugat Penyelenggara Miss Universe 2015

Ariadna Gutiérrez Gugat Penyelenggara Miss Universe 2015

Miss Kolombia, Ariadna Maria Gutiérrez Arévalo gugat penyelenggara Miss Universe 2015. (foto - ist)

Los Angeles - Buntut dari kejadian yang tidak terduga terjadi saat pengumuman siapa yang berhasil keluar menjadi Miss Universe 2015 di Los Angeles, Amerika Serikat, perwakilan dari Kolombia, Ariadna Maria Gutiérrez Arévalo melancarkan gugatan terhadap pihak penyelenggara Miss Universe 2015.
 
Steve Harvey yang didaulat menjadi MC pada gelaran itu, awalnya mengumumkan perwakilan dari Kolombia, Ariadna Maria Gutiérrez Arévalo sebagai Miss Universe 2015. Namun, Steve Harley tampaknya salah mengumumkan dan yang sesungguhnya menjadi Miss Universe 2015 adalah Miss asal Filipina, Pia Alonzo Wurtzbach.
 
Selepas kejadian itu, pengacara Ariadna ternyata bersiap untuk menuntut penyelenggara acara Miss Universe dan Steve Harley, yang telah membuat kejadian memalukan itu. Seusai penobatan Miss Universe 2015, pengacara asal Bogota, De La Espriella mengumumkan melalui akun Twitter bahwa dirinya akan melayangkan gugatan. “Mahkota merupakan hak yang diperoleh yang tidak dapat diambil dari kita. Saat ini kami sedang menulis gugatan,” tulis De La Espriella melalui akun Twitternya.
 
Sperti yang dilansir Manilatimes, Rabu (23/12/2015) Miss Universe 1969, Gloria Diaz pun setuju dengan langkah yang ditempuh oleh De La Espriella. Bahkan, Harvey harus membayar denda sebesar 100 ribu dolar AS, atau Rp1,3 miliar kepada Pia Wurtzbach. Sebab finalis asal Filipina itu mengalami momen canggung di hadapan jutaan orang dari seluruh dunia.
 
Pengacara Lorna Kapunan juga menyatakan, kalau Kolombia berhak mengajukan tuntutan. Menurutnya, Kolombia memiliki kebanggaan nasional. "Saya pikir mereka harus mengajukan ganti rugi karena penghinaan nasional. Itu aib bagi negara. Jika saya jadi mereka, saya akan menuntut. Mereka tidak bisa hanya menuntut pembawa acara, tetapi juga seluruh penyelenggara acara,” tegas Lorna Kapunan.
 
Meski begitu, Lorna merasa tidak setuju apabila Miss Universe 2015 mendapat jatah denda dari Harvey. Sebab Filipina cukup berbangga dengan Wurtzbach menunjukkan simpati kepada Gutiérrez, sekaligus memahami posisi organisasi penyelenggara.
 
“Saya pikir ini bukan waktunya untuk saling menggugat. Ini adalah waktunya dengan semangat kontes kecantikan Miss Universe, untuk menjadi anggun dan mempromosikan perdamaian dunia,” kata Lorna. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,