Survei: Lion Air Maskapai Paling Berbahaya di Dunia

Survei: Lion Air Maskapai Paling Berbahaya di Dunia

Lion Air disebut maskapai maskapai paling berbahaya di dunia. (foto - ist)

Jakarta - Sering mengalami keterlambatan dan bermasalah yang terjadi di lambung pesawat selama beroperasi, menyebabkan Lion Air disebut sebagai maskapai penerbangan paling berbahaya di dunia. 
 
Survei weirdandamazingtravel.about.com menyebutkanLion Air menduduki peringkat pertama dalam penilaian maskapai paling berbahaya di dunia. Lion Air jarang mengalami kecelakaan parah selama beroperasi di Indonesia, namun maskapai ini konsisten selalu dilarang terbang ke Uni Eropa.
 
Larangan itu sementara juga berlaku untuk Garuda Indonesia, Kalstar Aviation dan Sriwijaya Air. Lion Air dinilai belum memberikan jaminan keamanan bagi penumpang, sehingga maskapai ini menjadi paling berbahaya di dunia. Keterlambatan terbang, yang paling parah 18 Februari lalu ketika Lion delay dua hari berturut-turut juga disoroti.
 
"Predikat maskapai paling membahayakan itu sepatutnya diberikan kepada Lion Air yang rutin mengalami keterlambatan jadwal nyaris setiap saat, meski hanya satu yang terparah akhirnya diliput oleh media internasional," tulis survei tersebut.
 
"Walaupun kecelakaan pesawat di Indonesia yang disoroti tahun ini adalah jatuhnya AirAsia, tapi maskapai paling berbahaya adalah Lion Air," sebut situs itu.
 
Sebelumnya, Pesawat Lion Air nomor penerbangan JT772 tujuan Jakarta-Makassar terpaksa mendarat di Surabaya, karena temperatur udara di kabin mendingin hingga membuat air membeku. Peristiwa itu terjadi setelah pesawat lepas landas sekitar pukul 21.00 WIB, Senin lalu.
 
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, Lion Air yang mengalami beku saat terbang karena permasalahan teknis. "Hanya kesalahan teknis saja, sudah dibetulkan dan sudah laik terbang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo.
 
Ia menilai, langkah pesawat Lion Air yang mendarat di Surabaya merupakan upaya untuk mengutamakan keselamatan agar kerusakan pendingin ruangan tersebut bisa segera diatasi. Inspektur pun telah mengecek kondisi pesawat secara teknis sebelum terbang. "Kemungkinan ada pengaruh dari suhu hingga velve tidak fleksibel," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Info Bisnis,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait