Miss Irak Itu Terancam Diculik karena Tolak Gabung ISIS

Miss Irak Itu Terancam Diculik karena Tolak Gabung ISIS

Miss Irak 2015, Shaymaa Qasim Abdelrahman.

Kirkuk  - Shaymaa Qasim Abdelrahman (20), ratu kecantikan yang mendapat mahkota Miss Irak sejak 1972 mengaku mendapat ancaman telepon, dirinya akan diculik apabila menolak untuk bergabung dengan ISIS.

Dilansir DailyMail, Kamis (24/12/2015) Shaymaa menerima ancaman itu setelah memenangi kontes kecantikan yang digelar di ibukota Irak, Baghdad, Sabtu waktu setempat. Perempuan berusia 20 tahun asal Kirkuk itu mengaku sempat tertekan oleh ancaman tersebut, namun dia bersikeras ancaman itu tak akan menghentikannya. 

Sementara Jerusalem Post mengutip media lokal Kuawait al-Watan yang melaporkan, pelajar itu memang dipaksa bergabung dengan kelompok bersenjata itu atau akan diculik. Namun ratu itu menyatakan dia akan "terus maju meski menghadapi rintangan."

"Saya ingin membuktikan, perempuan Irak punya keberadaan sendiri dalam masyarakat Irak, dia punya hak-hak seperti laki-laki. Saya tidak takut apapun, karena saya yakin apa yang saya lakukan tidak salah," katanya.

Bulan September lalu dilaporkan, penyelenggara kontes kecantikan di Irak mendapat protes dari para pemuka agama dan pemimpin suku konservatif, yang menyebut kontes semacam itu tidak Islami dan mengancam moral masyarakat.

Berdasarkan laporan kantor berita Reuters, setidaknya sudah ada dua kontestan yang mengundurkan diri setelah mendapat ancaman pembunuhan. Penyelenggara membatalkan seksi baju renang dalam kompetisi itu, dan menunda penayangan acara final di televisi untuk menangkis kritik.

Namun para kontestan yang didukung oleh banyak masyarakat Irak tetap berkeras, untuk melanjutkan acara. Mereka menganggap hal itu sebagai penanda langkah menuju kenormalan dalam masyarakat yang masih terbelah dan trauma 12 tahun, setelah Amerika Serikat menggulingkan Saddam Hussein.

Pertama dan terakhir kali Irak berpartisipasi dalam kontes kecantikan internasional tahun 1972, saat Wijdan Burhan al-Deen mewakili negara itu di ajang Miss Universe. Usai kemenangannya, Shaymaa mengatakan, dia sangat senang melihat Irak maju ke depan. "Acara ini sangat besar dan membuat warga Irak tersenyum," katanya.

Sementara itu, direktur artistik kontes kecantikan 2015 Senan Kamel mengatakan, penyelenggara menunggu wakil yang baik untuk Irak di ajang itu. "Yang ingin kami capai membuat suara Irak didengar, menunjukkan Irak masih hidup, jantungnya masih berdetak," kata Senan, yang menggelar pertunjukan fesyen pertama di Iran setelah bertahun-tahun Maret lalu.

Sebelumnya, kata Senan penyelenggara pun telah berusaha menyesuaikan beberapa aspek dalam kontes itu. Utamanya untuk menghormati tabu dan kepekaan negara muslim konservatif, yang tidak menyukai tubuh perempuan dipamerkan di muka umum.

"Kami sengaja menggelar kompetisi berdasarkan standar kepantasan bagi masyarakat Irak untuk membuktikan pada dunia, Irak adalah negara yang beradab dengan jiwa sipil dan semangat hidup," katanya. Dalam kontes itu, baju renang diganti pakaian yang lebih konservatif, meski larangan kerudung tetap diterapkan. (Jr.)**
.

Categories:Hot Seleb,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait