Israel-Palestina Memanas, Puluhan Tewas di Malam Natal

Israel-Palestina Memanas, Puluhan Tewas di Malam Natal

Puluhan orang tewas di malam Natal, Israel-Palestina kian bergejolak. (foto - ist)

Ramallah - Israel dan Palestina terus bergejolak, meski memasuki malam Natal. Ketegangan antara kedua negara pun memuncak hingga mengakibatkan sedikitnya 20 korban berjatuhan dari kedua belah pihak.
 
Menurut Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen menyatakan, enam orang Palestina tewas terbunuh oleh tentara Israel. Sementara dari pihak Israel dua orang tentaranya ikut tewas saat terjadi bentrokan di daerah perbatasan Tepi Barat dan timur Yerusalem. "Seorang pria Palestina terbunuh dan 9 lainnya terluka selama bentrokan dengan tentara Israel di dekat kamp pengungsi Palestina, Qalandia utara Yerusalem," katanya.
 
Dilansir Xinhua, Jumat (25/12/2015) Hani mengatakan, tentara Israel menembak warganya tepat di kepala dan melukai sembilan orang lainnya. Korban yang terluka kini sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diberi perawatan intensif.
 
Menurut seorang saksi mata, bentrokan pecah ketika ratusan pelayat Palestina yang marah menghadiri pemakaman dua orang Palestina sebagai teman se-kamp. Mereka meninggal di tangan Israel pada hari Rabu lalu, dalam serangan penusukan di Yerusalem.
 
Sementara Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Mohamed Awawdeh menyatakan, ada seorang warganya yang ditembak mati oleh tentara Israel di perbatasan barat laut Adam, Yerusalem pada hari yang sama. "Ia ditembak mati tentara Israel karena menabrakkan dirinya ke pagar militer Israel dan melukai seorang tentara,” terangnya.
 
Gelombang kekerasan antara kedua belah pihak pecah sejak awal Oktober 2015 lalu, setelah pemerintah Israel mengirim pasukan menyerang kompleks Masjid al-Aqsa di timur Yerusalem, yang merupakan teritori Palestina. Warga Palestina tak tinggal diam dan melakukan perlawanan balik. 
 
Berdasarkan penilaian pengamat setempat, sejauh ini masih sangat kecil kemungkinan bagi kedua belah pihak mengakhiri kekerasan di sekitar perbatasan. Apalagi melanjutkan perundingan atau kesepakatan perdamaian yang terus dilanggar. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,