Hari Natal, Langit Cina Diselimuti Kabut Asap Beracun

Hari Natal, Langit Cina Diselimuti Kabut Asap Beracun

Kota Beijing, Cina tampak dari atas tertutup kabut asap beracun. (foto - ist)

Beijing - Pemerintah Cina memperingatkan warganya untuk tetap berada di dalam rumah dalam merayakan Natal tahun ini, mengingat udara di luar dipenuhi oleh kabut asap beracun.
 
Seperti dikutip Reuters, Ibukota Beijing dan beberapa wilayah di utara Cina sudah biasa diselimuti kabut asap yang berasal dari pabrik, dan juga meningkatnya konsumsi batubara di Negeri Tirai Bambu.

Di Kota Beijing kadar udara PM2,5 yang dianggap berbahaya berdasarkan partikel mikroskopik yang menusuk masuk ke dalam paru-paru, memuncak pada angka 620 mikrogram per kubik meter pada Jumat 25 Desember pagi. Angka itu jelas membahayakan karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan, batas maksimum dari PM2,5 hanya pada angka 25 mikrogram.
 
"Apabila kondisi tersebut terjadi beberapa hari dalam setahun, saya mungkin bisa bertahan. Namun kondisi saat ini semakin parah tiap harinya," kata salah seorang warga yang marah melalui situs Weibo. "Apakah hal ini sudah normal, hingga dianggap biasa," lanjutnya.

Namun, pihak pemerintah Kota Beijing sendiri sejauh ini justru mengeluarkan peringatan berbeda di Hari Natal yang lalu. Badan Meteorologi wilayah Beijing mengeluarkan status bahaya oranye.

Seperti diketahui status bahaya oranye tersebut mengharuskan pabrik membatasi polusi yang keluar. Selain itu, sekolah juga diminta menghentikan untuk beraktivitas luar ruangan.

Sementara Biro Perlindungan Lingkungan wilayah Beijing, bahkan hanya mengeluarkan batas waspada kuning. Status itu merupakan yang terendah kedua dari sistem peringatan yang terdiri atas empat tingkatan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,