10 Warga Filipina Tewas Militan Radikal Serang Pigcawayan

10 Warga Filipina Tewas Militan Radikal Serang Pigcawayan

Foto - ilustrasi

Mindanao - Militan radikal membunuh sedikitnya 10 warga sipil pada saat Natal di Filipina yang sebagian besar beragama Katolik. Akibat kejadian itu, suasana mencekam dan membuat para pemeluk agama Kristiani di wilayah yang diserang, menghadapi rasa ketakutan untuk tidur di rumahnya sendiri.
 
Menurut Komandan batalion tentara setempat, Kolonel Ricky Bunayog, militan dari Bangsamoro Islamic Freedom Fighter (BIFF) di selatan Pulau Mindanao, menangkap sembilan petani dan menembak mati mereka pada 24 Desember 2015. "Beberapa jenazah baru ditemukan dua hari kemudian,” kata Bunayog.
 
Seperti dilaporkan AFP, Senin (28/12/2015) pada malam Natal BIFF juga melancarkan serangan ke sebuah desa yang berada di Kota Pigcawayan, yang berada 900 kilometer dari selatan Manila, dan membuat satu pejabat setempat tewas.
 
Bunayog mengatakan, penyerangan tersebut berlangsung selama tiga hari, karena pihak keamanan Filipina sempat melakukan perlawanan. Mereka berhasil menewaskan enam orang dari kelompok militan radikal tersebut dan melukai delapan.
 
Disebutkan, penyerangan tersebut membuat para pemeluk agama Kristiani di Mindanao ketakutan. "Sejak Sabtu lalu situasi sudah agak tenang. Orang-orang yang tinggal di pinggiran ketakutan dan pada malamnya meeka keluar dari rumah, untuk tidur di gedung pusat dari kota atau di gedung olahraga setempat,” katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,