Kemenpora Kementerian Berkinerja Paling Buruk

Kemenpora Kementerian Berkinerja Paling Buruk

Aksi demo terus berlangsung lancarkan berbagai tuntutan terhadap kinerja Kemenpora. (foto - ist)

Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berada berada di urutan terakhir (peringkat 74 dari 77 kementerian/lembaga), yang akuntanbilitasnya dievaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
 
Hasil survei Kemenpan RB tersebut memang tak terlalu mengejutkan. Sebab, kementerian yang dipimpin oleh Imam Nahrawi ini dalam satu tahun belakangan menjadi sorotan publik, terutama penggemar olahraga sepakbola.

Pembekuan terhadap PSSI hingga akhirnya jatuh sanksi FIFA, tak kunjung menemukan solusi. Tata kelola sepakbola yang baik, seperti yang didengung-dengungkan selama ini sama sekali tidak menunjukkan hasil positif sedikit pun.

Selain itu, menurunnya prestasi kontingen Indonesia di ajang SEA Games 2015 di Singapura juga menjadi sorotan. Perselisihan antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tak mampu diselesaikan oleh Imam.

Akibatnya, banyak pengurus besar cabang olahraga yang ikut-ikutan mengalami perpecahan. Dualisme kepengurusan itu yang membuat pemilihan atlet untuk dikirim ke SEA Games 2015 lalu jadi tidak adil. Di cabang tenis meja misalnya, PB PTMSI pimpinan Oegroseno tiba-tiba menyalip PB PTMSI pimpinan Marzuki Alie di menit-menit akhir jelang penentuan atlet yang akan berangkat ke Singapura.

Hasilnya pun jauh dari yang diharapkan. Indonesia hanya mampu menghuni peringkat kelima dengan raihan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. Hasil itu merupakan yang terburuk bagi kontingen Indonesia selama berlaga di ajang SEA Games sejaki dihelat pada 1977. (Jr.)**
.

Categories:Olahraga,
Tags:,