Nyawa Balita Itu Tak Tertolong Usai Telan Baterai Lithium

Nyawa Balita Itu Tak Tertolong Usai Telan Baterai Lithium

Brianna bersama ibunya Heather McManamy yang juga telah meninggal dunia akibat kanker. (foto - ist)

Tulsa - Tragedi menimpa sebuah keluarga di Oklahoma, Amerika Serikat. Balita perempuan yang baru berusia dua tahun meninggal dunia, setelah menelan baterai lithium sebesar koin.
 
Dilaporkan Pix11, Selasa (5/1/2016) Brianna masih dalam keadaan baik-baik sebelum perayaan Natal 2015 lalu. Gadis berambut pirang itu kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda janggal. Ia mulai mengalami muntah-muntah dan demam tinggi. 
 
Hari Minggu 3 Januari 2016, Brianna mulai memuntahkan darah dan kulitnya berubah menjadi membiru. Pihak orangtua Brianna yang khawatir langsung membawanya ke rumah sakit dengan ambulan, karena rumah mereka letaknya berada di kawasan terpencil.   
 
Selama perjalanan ke rumah sakit, gadis kecil ini muntah darah dalam jumlah besar. Paramedis langsung memasukkannya ke ruang UGD di St Francis Hospital, dan langsung melakukan tindakan operasi. Setelah 2,5 jam dilakukan operasi, dokter tak bisa menghentikan pendarahan dan Brianna dinyatatakan meninggal.
 
"Dokter mengatakan, baterai tersebut telah masuk ke arteri karotis di kepalanya dan menuju ke esofagus. Kami tidak tahu Brianna menelan baterai," kata kakek Brianna, Kent Vice.   
 
Baterai mengandung unsur kimia yang tidak boleh masuk ke tubuh manusia itu, antara laon belerang, air raksa, seng, nikel, dan perak. Oleh karena itu, para orangtua perlu waspada dengan sumber tenaga eletronik tersebut.  (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,