Eksekusi Yayasan Supersemar, Harta Tutut juga Bisa Disita

Eksekusi Yayasan Supersemar, Harta Tutut juga Bisa Disita

Siti Hardijanti Rukmana

Jakarta Karena tidak hadir dalam sidang teguran (aanmaning) pada Rabu (6/1/2016) hari ini, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan mengirimkan surat pemanggilan terakhir pada 20 Januari 2016 kepada Yayasan Supersemar.
 
Namun demikian, hadir tidaknya termohon akan diberikan waktu selama delapan hari untuk mempersiapkan ganti rugi sebesar Rp 4,4, triliunUntuk aset apa saja yang akan dieksekusi, pengadilan akan sangat bergantung pada keaktifan pemohon, yakni jaksa pengacara negara (JPN) dalam menyerahkan laporan.
 
"Soal aset apa saja, kita menunggu saja karena ini merupakan eksekusi perkara perdata," kata Kepala Humas PN Jaksel, Made Sutrisna di Jakarta, Rabu (6/1/2016). Hanya saja eksekusi itu menimbulkan celah tidak terpenuhinya tuntutan karena,  penyitaan aset hanya dilakukan sekali dalam satu hari, sesuai dengan daftar aset yang dilaporkan oleh pemohon.
 
Apakah Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto akan ikut dalam penyitaan, Made mengatakan, pihaknya terlebih dahulu akan memeriksa keterlibatan putri Soeharto tersebut  sebagai pengurus atau tidak di Yayasan Supersemar.  "Belum tentu (ikut disita), lihat dulu apakah Tutut termasuk sebagai pengurus yayasan atau tidak," tegas Made.
 
Sejauh, lanjutnya, pihaknya masih menggali soal aturan dasar di yayasan, untuk selanjutnya mengambil tindakan. "Saya tidak mengatakan bisa, semua harus sesuai Undang-Undang yayasan, hanya saya belum baca ketentuannya. Kita lihat dulu Undang-Undang tentang yayasan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,