Menyoal Suap DPRD Mantu Atut Bungkam Dicecar Penyidik KPK

Menyoal Suap DPRD Mantu Atut Bungkam Dicecar Penyidik KPK

Adde Rosi Khaerunnisa, anggota DPRD Banten yang juga menantu mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. (foto - ist)

Jakarta - Salah seorang anggota DPRD Banten yang juga menantu mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Adde Rosi Khaerunnisa menyangkal mengetahui penyuapan kepada anggota DPRD Banten demi memuluskan rencana pembangunan Bank Banten. 
 
"Nggak tahu, tanya saja ke penyidik. Kalau saya secara pribadi enggak pernah terima apapun dari Banten Global Development. Tanya aja ke penyidik. Yang penting penjelasan saya sudah saya sampaikan ke penyidik," kata Adde yang bertindak sebagai saksi di gedung KPK Jakarta, Senin (11/1/2016).
 
Menyoal anggota DPRD Banten meminta Rp 10 miliar sebagai syarat menggolkan rencana pembangunan Bank Banten, Adde juga mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Nggak tahu, intinya kami enggak tahu. Kami enggak pernah terima," katanya.
 
Menurutnya, Partai Golkar sempat menolak pengajuan anggaran pembangunan Bank Banten, tetapi dirinya tidak mengetahui secara rinci alokasi anggarannya. "Saya jarang ikut rapat-rapat. Saya enggak tahu secara terperinci, karena Golkar dari awal pada menolak pengesahan," tegasnya.
 
Akibat kasus dugaan suap yang menyeret dua anggota DPRD Banten, Mendagri menyampaikan rencana pembangunan Bank Banten dihentikan sementara. "Setahu saya Mendagri sampaikan surat evaluasi soal APBD 2016, pembangunan ini dihentikan dulu," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,