Ahli Forensik Sebut Sianida Jenis Pembunuh Paling Cepat

Ahli Forensik Sebut Sianida Jenis Pembunuh Paling Cepat

Menurut ahli Forensik kopi jenis minuman yang biasa digunakan untuk menutupi racun, sedangkan sianida jenis pembunuh paling cepat. (foto - ist)

Jakarta - Setelah dinyatakan kepergiannya tak wajar, misteri penyebab kematian Wayan Mirna L Salihin (27) perlahan mulai terkuak. Polisi menemukan ada zat asam di tubuh Mirna.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya menemukan pendarahan yang terjadi di lambung Mirna, yang disebabkan oleh zat tertentu. Salah satu zat kimia berbahaya yang dapat menyebabkan pendarahan di lambung adalah sianida.

Ahli forensik dari Fakultas Kedokteran UI Agus Purwadianto menjelaskan, sianida merupakan zat yang sering digunakan untuk membunuh. "Jenis sianida atau arsen termasuk yang sering digunakan," katanya.

Menurutnya, sianida adalah jenis racun yang cepat menyerang. Butuh waktu kurang dari setengah jam untuk membuat korban terkapar usai terkena racun. Korban yang keracunan sianida akan merasa lemas lantaran sistem pernapasannya terganggu. "Bisa di bawah 15 menit langsung reaksi," tegas Agus.

Sebelum meninggal , Mirna diketahui meminum kopi di Cafe Olivier, Grand Indonesia, Rabu 6 Januari. Kopi yang diminum adalah Es Kopi Vietnam. Agus pun menyebut, kopi adalah jenis minuman yang biasanya digunakan untuk menutupi racun. "Sebab, yang penting airnya. Racun itu larut dalam air," katanya.
 
Sementara berdasarkan keterangan Marwan, salah seorang karyawan Cafe Olivier, Mirna bersama temannya Hani datang sekitar pukul 17.00 WIB. Seseorang bernama Siska sudah menunggu di restoran itu sekitar pukul 16.09 WIB.

Mirna memesan es kopi Vietnam, sementara dua temannya memesan koktail, minuman beralkohol yang dicampur minuman atau bahan lain yang beraroma. Setelah satu kali sedot, Mirna langsung kejang-kejang. Korban sempat dilarikan ke klinik mal, sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. 

Pada awalnya, keluarga Mirna tak setuju polisi melakukan otopsi terhadap jasad Mirna. Namun, polisi kemudian berhasil membujuk keluarga agar jasad Mirna bisa diotopsi. Polisi membawa jasad Mirna ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi.(Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,