Sisca Beberkan Kasus Gratifikasi Mantan Gubernur Sumut

Sisca Beberkan Kasus Gratifikasi Mantan Gubernur Sumut

Fransisca Insani Rahesti, salah seorang saksi dalam sidang kasus gratifikasi mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Pengadilan Tipikor Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Fransisca Insani Rahesti dipanggil KPK menjadi salah seorang saksi dalam sidang kasus gratifikasi mantan Gubernur Sumut, guna dimintai keterangannya dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Hakim PTUN Medan. Kasus itu merambat ke kasus gratifikasi mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho kepada Patrice Rio Capella.

Selepas OTT KPK, atas perintah pengacara Gery dan Hakim PTUN Medan Tripeni dan Amir Fauzi, Rio Capella mengembalikan uang Rp 200 juta dari Evy kepada Sisca. Khawatir terlibat dalam kasus itu, maka Siska pun berinisiatif mengembalikan uang itu ke Rio Capella.

"Kami bertemu di lobi Hotel Kartika Chandra, cuma lima menit. Rio bilang kamu tenang saja. Kemudian saya minta ketemu lagi besoknya," kata Sisca di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/1/16).
 
Karena panik dan khawatir terseret, Sisca kembali mengajak Rio Capella untuk bertemu. Rio Capella pun meyakinkan Sisca agar uang Rp 200 juta dari Evy dipegang dirinya. "Pak Rio bilang, sudah tenang saja, ini yang paling benar skenarionya. Kalau uangnya di saya, nanti saya yang kena. Ini kan bukan suap cuma uang ngopi-ngopi," kata Sisca.

Seperti diketahui, pada 21 Agustus lalu Sisca mendapat panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan. Saat diperiksa, ia menjelaskan semua kepada penyidik dan menyerahkan uang Rp 200 juta itu. "Saya enggak bisa memberi keterangan yang bohong, saya sudah jelaskan yang sebenarnya," jelas Sisca.

Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti didakwa menyuap anggota DPR Patrice Rio Capella Rp 200 juta. Dengan maksud agar Rio Capella membantu memudahkan pengurusan penghentian penyidikan perkara di Kejaksaan Agung.

Gatot dan Evy diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara itu, Rio Capella sudah divonis satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan dalam kasus yang sama dengan Gatot dan Evy. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,