Mantan PM Thailand Itu Mulai Diadili Perkara Korupsi

Mantan PM Thailand Itu Mulai Diadili Perkara Korupsi

Yingluck dijadikan tersangka karena dituduh menggelapkan uang negara dalam program skema subsidi beras. (foto - ist)

Bangkok - Sidang pertama kasus korupsi yang menyeret mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, digelar Pengadilan Thailand. Yingluck dijadikan tersangka karena dituduh menggelapkan uang negara dalam program skema subsidi beras. 
 
Program itu merupakan andalan wanita berparas cantik ini untuk naik jadi orang nomor satu di Thailand.Sebelum sidang berlangsung, Ia pun menolak segala tuduhan yang dialamatkan padanya. Adik dari Thaksin Shinawatra sendiri, jika terbukti bersalah akan dijatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun. "Saya sudah mempersiapkan diri saya dalam menghadapi sidang ini. Saya sangat percaya diri. Hari ini kami siap melakukan yang terbaik," kata Yingluck.
 
Dikutip dari Reuters, Jumat (15/1/2016) pada persidangan itu Kejaksaan Thailand menghadirkan 4 orang saksi. Hal itu dilakukan agar sidang terhadap Yingluck yang ditargetkan bisa selesai sebelum tahun ini bisa berakhir lebih cepat.
 
Sementara pendukung Yingluck menuduh, kasus subsidi skema beras cuma akal-akalan pemerintah junta militer, untuk menjebloskan perempuan 48 tahun itu ke dalam penjara. Meski belum dihukum, Yingluck sudah dilarang berpolitik di Thailand.
 
Lebih dari 100 pendukung Yingluck hadir untuk memberi dukungan dalam sidang itu. Mereka bahkan mengelu-elukan Yingluck saat memasuki ruang sidang. "Kami cinta Yingluck, dia PM yang sesungguhnya rakyat Thailand, kami harus berjuang," teriak ratusan pendukung Yingluck.
 
Dalam skema subsidi beras itu sendiri, pemerintahan Thailand yang saat itu dipimpin Yingluck mengeluarkan kebijakan untuk membeli beras petani lokal di atas harga pasar. Namun, kebijakan itu ternyata jadi bumerang. Namun, skema itu tak berjalan sesuai rencana. 
 
Bahkan, beras yang dibeli ternyata susah dijual kembali dan menyebabkan Thailand rugi besar. Namun  Yingluck bersikeras mempetahankan kebijakan itu. Saat namanya terseret kasus korupsi, ia sampai mengirim surat kepada PM Thailand Prayuth Chan-ocha, untuk memberi tahu bahwa ada motif politik yang dibawa Jaksa Agung Thailand. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,