Bahrun Disinyalir Kendalikan Teror Jakarta dari Suriah

Bahrun Disinyalir Kendalikan Teror Jakarta dari Suriah

Bahrun Naim dikabarkan kendalikan serangkaian teror Jakarta dari Suriah. (foto - ist)

Jakarta - Aksi teror terencana di Sarinah Jalan Thamrin Jakarta Pusat diduga dikendalikan oleh Bahrun Naim. Bahrun yang masih di Suriah bisa mengendalikan pengikutnya di Tanah Air, untuk membuat geger kawasan Sarinah dengan aksi serangkaian teror.

"Berdasarkan deteksi yang kami lakukan betul ada perintah dari sana (Bahrun Naim di Suriah)," kata KapolriBadrodin Haiti. Dalam kaitan tersebut, Bahrun Naim juga diduga mendanai aksi teror itu. Ia mentransfer uang kepada kelompok teroris untuk melakukan aksi teror di Sarinah. 
 
Pengiriman uang oleh Bahrun Naim kepada kelompok teroris di Indonesia, sebelumnyajuga  telah terpantau oleh Pusat Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dan dilaporkan kepada Polri. "Iya ada dana dari sana," tegas Badrodin.

Menurut Badrodin, Bahrun Naim juga pernah berupaya melakukan ancaman ketika Presiden Amerika Serikat Barak Obama berkunjung ke Indonesia 2010 lalu. Namun rencana aksinya berhasil digagalkan tim Densus 88 Anti Teror. Dia ditangkap dan dipenjara selama 2,5 tahun.  "Bahrun Naim itu pernah ditangkap saat Obama ingin datang ke Jakarta," katanya.

Disebutkan, Bahrun Naim ternyata merupakan seorang ahli komputer. Pria kelahiran Pekalongan 6 September 1983 itu lulusan jebolan D-3 Ilmu Komputer di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret.

Ia ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror di jalan saat pulang dari kantor pos untuk mengambil kiriman pada 2010 lalu. Saat itu Densus menyita peluru sebagai barang bukti. Bahrun divonis 2,5 tahun penjara atas pelanggaran Undang Undang Darurat. Setelah keluar penjara, Bahrun akhirnya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Di Suriah, ia aktif menulis di blog dan berinteraksi melalui media sosial.
 
Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum  dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan
membenarkan pihaknhya sudah melacak aliran dana kegiatan teroris, termasuk untuk pengeboman di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. 
 
"Sudah ada laporan dana masuk untuk apa, membantu teroris sejumlah tertentu itu beberapa waktu yang lalu dan semua sudah kita telusuri jalannya," katanya. Namun pemerintah tak mau buru-buru mengumumkan kepada publik. "Dari berbagai tempat di luar negeri," kata Luhut. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,