Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Capai Rp 4.241 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Sudah Capai Rp 4.241 Triliun

Utang luar negeri Indonesia terus membengkak. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan utang luar negeri Indonesia sudah mencapai 304,6 miliar dolar AS, atau Rp 4.241 triliun (kurs Rp 13.925 per dolar AS). Utang itu tumbuh 3,2 persen year on year (YoY), lebih tinggi dibanding pertumbuhan Oktober 2015 sebesar 2,5 persen (YoY).
 
Kenaikan utang luar negeri didorong oleh peningkatan pertumbuhan utang luar negeriberjangka panjang. Utang berjangka panjang tumbuh 6,1 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan Oktober 2015 sebesar 5,5 persen (yoy).
 
"Utang berjangka pendek masih mengalami penurunan 12,5 persen. Dengan pertumbuhan itu, posisi utang Indonesia akhir November 2015 tercatat 304,6 miliar, dolar AS," demikian dari keterangan tertulis BI, Senin (18/1/2016).
 
Berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang Indonesia didominasi oleh utang berjangka panjang 86,6 persen. Utang berjangka panjang November 2015 mencapai 263,9 miliar dolar AS. Terdiri atas utang sektor publik 134,8 miliar dolar AS, atau 51,1 persen dari total utang jangka panjang, dan utang sektor swasta 129,1 miliar dolar AS, atau 48,9 persen dari total utang jangka panjang.
 
Sementara utang berjangka pendek 40,7 miliar dolar AS, atau 13,4 persen dari total utang. Terdiri atas utang sektor swasta 37,7 miliar dolar AS, atau 92,7 persen dari total utang jangka pendek. Sedangkan utang sektor publik 3,0 miliar  dolar AS, atau  7,3 persen dari total utang jangka pendek. (Jr.)**
.

Categories:Ekonomi,
Tags:,