Washington Dilanda Badai dan Topan Salju Terburuk

Washington Dilanda Badai dan Topan Salju Terburuk

Washington Dilanda Badai Salju dan Angin Topan Terburuk

Washington - Washington DC seperti kota mati, menyusul badai salju yang melanda Ibukota Amerika Serikat (AS) ini. Bahkan, badai salju kali ini diperkirakan menjadi salah satu badai yang terburuk dalam sejarah Amerika. Kondisi serupa juga dialami beberapa negara bagian Virginia, Maryland, North Carolina, Delaware dan Pennsylvania yang sudah menyatakan keadaan darurat.

Akibatnya, sekolah dan fasilitas publik ditutup, demikian pula badan-badan pemerintah federal yang menghentikan seluruh operasi mulai pukul 12.00 siang dan memerintahkan seluruh pegawai, yang tidak dalam posisi strategis untuk segera pulang.
 
Sarana transportasi publik juga menghentikan operasionalnya secara bertahap, mulai jam lima sore hingga sepanjang akhir pekan nanti.Di bandara, lebih dari 6.500 penerbangan dibatalkan dan ribuan lainnya ditangguhkan, Sabtu (23/1/2016).

Kantor berita Associated Press memberitakan, sedikitnya delapan orang tewas dalam berbagai kecelakaan lalu lintas terkait badai salju di Pantai Timur Amerika ini. Badan Urusan Cuaca memperkirakan Washington DC akan diselimuti salju hingga sedikitnya 76 sentimeter, mengalahkan rekor badai salju pada bulan Januari 1922.
 
Pada saat itu, Washington diselimuti salju setinggi 71 sentimeter. Badai yang terjadi antara 27–28 Januari 1922 itu disebut sebagai "Knickerbocker" (mengambil nama Knickerbocker Theater milik Harry M. Crandall di Washington),  di mana salju tebal yang berat merobohkan atap teater hingga menewaskan 98 orang dan melukai 133 lainnya.

Pusat badai salju terjadi di Washington dan Baltimore, namun Philadelphia dan New York juga akan terkena dampaknya. Badai yang terjadi mulai Jumat malam hingga Minggu pagi diperkirakan tidak hanya membawa salju tebal, tetapi juga angin yang kecepatannya diperkirakan akan mencapai lebih dari 80 kilometer per jam.

Untuk itu, Walikota Washington Muriel Bowser menyebut badai ini sebagai jenis badai yang mengancam jiwa. "Keprihatinan utama kami saat ini adalah memastikan agar warga kota selamat dari badai ini. Untuk itu kami imbau warga tetap berada di dalam rumah," tegas Bowser.

Menurut badan urusan cuaca, hal itu dikarenakan badai salju yang bergerak dari Kentucky dan Tennessee melewati Virginia dan Maryland menuju ke Washington. Badai ini terus hingga ke Pantai Timur, diperkirakan akan membuat jaringan listrik mati, merobohkan pohon dan jarak pandang nol.

Disebutkan, yang membedakan badai dan topan salju adalah durasi turunnya salju dan kecepatan. Badai salju yang berlangsung selama lebih dari tiga jam akan menjadi topan salju, dan diperkirakan kecepatannya akan bertambah menjadi 60 hingga 80 kilometer per jam. Badai kali ini diperkirakan akan berlangsung selama 36 jam.

The Weather Channel menyebut, badai ini sebagai badai Jonas, tetapi beberapa pakar meteorologi menolak menerima sebutan yang diberikan saluran televisi swasta ini, sehingga mereka menciptakan nama sendiri-sendiri. Suratkabar the Washington Post menyebutnya sebagai “Snowzilla”. Ada pula yang menyebut badai ini sebagai “SnOMG”.  (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,