NASA Sebut Terlalu Dini Soal Temuan Planet Kesembilan

NASA Sebut Terlalu Dini Soal Temuan Planet Kesembilan

NASA menyatakan terlalu dini soal temuan Planet Kesembilan. (foto - ist)

Houston - Atas temuan planet kesembillan dalam sistem tata surya yang diklaim astronom California Institute of Technology, Amerika Serikat (AS), mengundang Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk bereaksi. Diingatkan, klaim temuan planet baru tersebut agar ditanggapi dengan hati-hati dan teliti.
 
Menurut NASA, bukti yang ditunjukkan ilmuwan California Institute of Technology itu belum cukup kuat. Bagi badan antariksa AS itu, klaim tersebut hanyalah awal proses untuk mencari benar atau tidaknya adanya planet kesembilan.

"Biar bagaimanapun deteksi planet baru itu masih sangat awal untuk mengatakan dengan pasti, ada planet X di sana, kami lihat adalah ini prediksi awal," kata Direktur Ilmu Planet NASA,  Jim Green. Green menjanjikan, tim NASA akan turun untuk membuktikan klaim temuan itu
 
Seperti dilaporkan Mirror, baru-baru ini, keraguan atas temuan itu juga disampaikan oleh peneliti utama misi Pluto NASA, New Horizons, Alan Stern.Menurutnya, sudah ada lima sampai sepuluh kali prediksi untuk membuktikan apakah ada planet setelah Neptunus, namun sejauh ini belum ada yang berhasil.

"Apabila mereka menemukan planet yang dimaksud, itu akan menjadi prediksi nomor le-19 bukan nomor 9," tulis Stern dalam emailnya. Jika memang planet itu ditemukan, hal itu akan mengonfirmasi banyak pekerjaan untuk memprediksi awan Oort yang mengotori planet.

Seperti diberitakan sebelumnya, planet kesembilan itu ukurannya jauh lebih besar dan lebih jauh jaraknya, bahkan melebih jauhnya Pluto dari Matahari.
 
Mengenai ukuran, jauh lebih besar dari bumi, lebih kecil bila dibandingkan dengan Neptunus. Massanya planet kesembilan ini 4.500 kali lebih berat dari Pluto. Sedangkan soal jarak, planet kesembilan yang belum dinamakan itu? kira-kira di antara jarak 20 miliar hingga 100 miliar kilometer dari matahari.
 
Oleh karena itu, untuk mengorbit matahari, planet tersebut membutuhkan waktu berkisar 10.000 sampai 20.000 tahun hanya untuk satu kali putarannya. (Jr.)**
.

Categories:Infotech,
Tags:,