Pembunuh Mirna Siapkan Semuanya Secara Matang

Pembunuh Mirna Siapkan Semuanya Secara Matang

Polisi sebut pembunuh Mirna telah menyiapkan semuanya secara matang. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengakui, untuk mengungkap siapa pelaku pembunuh Wayan Mirna L Salihin tak semudah yang dibayangkan publik. Pelaku pun sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
 
"Bukti yang kami miliki adalah bukti mati. Kopi, cctv, kafe itu semua bukti mati. Kami punya tugas, bagaimana caranya agar semua bukti mati itu bisa berbicara, sehingga diperlukan keterangan ahli. Itu butuh waktu, butuh proses," aku Krishna, Selasa (26/1/2016).

Ia mengatakan, dari banyak kasus pemberian racun, 98 persen pelakunya tidak mengaku. "Itu sudah pasti. Kami sedang berhadapan dengan pelaku yang sudah mempersiapkan semuanya. Jadi kami juga harus mempersiapkan semua ini dengan baik," katanya.

"Seluruh saksi kami sinkronkan. Seluruh bukti kami kumpulkan, dan kami membutuhkan keterangan ahli untuk membuat semua bukti mati dan alat bukti yang kami miliki "berbicara." Jadi memang tak semudah yang dibayangkan publik," tegas Krishna.

Dirinya pun mengaku sadar, kasus Mirna sangat menyita perhatian publik. Namun tak akan menyampaikan pernyataan pribadi. "Yang akan saya sampaikan nanti pada publik hasil gelar perkara. Itu yang akan saya sampaikan. Jadi saya tak akan memberikan penjelasan apapun," tambahnya.
 
Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal menyebutkan, dalam sebuah kasus, penyidik punya keputusan subjektif untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.  "Penyidik punya keputusan subjektf dari berbagai kasus," katanya.

Namun demikian, keputusan subjektif itu tetap mengacu pada alat bukti yang ditemukan penyidik untuk menetapkan tersangka. Dalam kasus kematian Mirna, penyidik sudah kantongi 4 alat bukti. Itu dinilai sudah cukup, karena jika mengacu pada ketentuan dua alat bukti saja sudah cukup menentukan tersangka.

"Dalam kasus ini alat bukti lain masih perlu dicari. Pencarian alat bukti lainnya karena penyidik ingin lebih komprehensif dan detail, agar kasus ini dilakukan secara scientific investigation," katanya.

Menurut Iqbal, ekspos atau koordinasi yang dilakukan penyidik dengan kejaksaan agar saat pengadilan nanti, tersangka tidak mudah membantah penetapan tersangka. Untuk itu, pihaknya perlu diskusi, komunikasi dengan kejaksaan. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,