Dubes Moazzam Sebut Kuliah di Inggris Bisa Lebih Cepat Lulus

Dubes Moazzam Sebut Kuliah di Inggris Bisa Lebih Cepat Lulus

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. (foto - ist)

Jakarta - Para peserta program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementerian Keuangan banyak memilih untuk kuliah di Inggris. Inggris dinilai lebih hemat daripada negara-negara lain dibanding Amerika Serikat, Singapura dan Australia juga. 
 
"Kuliah di Inggris bisa lulus dengan lebih cepat tapi dengan kualitas yang sangat bersaing. Hal itu merupakan beberapa kelebihan memilih kuliah di Inggris," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Menurut Moazzam, berbagai alasan orang kuliah di Inggris, antara lain universitas di Inggris sangat bagus dan sudah jelas kemampuannya. Selain itu menurut beberapa kajian, pelajaran di Inggris lebih hemat jika dibandingkan dengan beberapa negara lain.

Apabila dikaji lebih jauh, katanya dari biaya hidup dan semua biaya, Inggris ternyata lebih hemat. Selain itu ada banyak riset yang menunjukkan, mahasiswa yang lulus dari Inggris berhasil dalam berkarier. "Mahasiswa lulusan Inggris banyak yang lebih mendapat pekerjaan," tegasnya.

Sementara sistem pendidikan tinggi di Inggris menurut Dubes Moazzam, sangat terbuka. Mereka menerima mahasiswa dan dosen-dosen internasional. "Sudah ada sekitar 400 ribu mahasiswa asing yang kuliah di Inggris. Kami menyambut mahasiswa internasional, kami juga menyambut profesor-profesor yang ahli di bidangnya," kata Moazzam.

Diisebutkan, prioritasnya adalah meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia untuk belajar di Inggris. Untuk itu, Moazzam beri masukan agar kerja sama antara universitas di Indonesia dengan Inggris lebih erat. Peraturan univesitas di Indonesia jauh lebih ketat dalam menerima mahasiswa dari luar.

"Pemerintah seharusnya mengkaji kebijakan itu, karena mereka harus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dengan tepat. Kami siap bekerja sama untuk mendukung kualitas pendidikan di Indonesia," sebutnya.

Salah satu program yang tengah dijalankan adalah Program Newton. Program ini merupakan program riset antara peneliti Indonesia dengan peneliti Inggris. Diharapkan, dengan kemitraan seperti ini bisa menarik dosen-dosen atau mahasiswa Inggris, untuk mengajar atau belajar di Indonesia. (Jr.)**
.

Categories:Pendidikan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait