Wakil Jaksa Agung Mundur sebagai Sinyal buat Jokowi?

Wakil Jaksa Agung Mundur sebagai Sinyal buat Jokowi?

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jakarta Para pejabat di korps Adhyaksa dibuat gaduh, menyusul mundurnya Wakil Jaksa Agung Andhy Nirwanto. Andhy tercatat memiliki waktu dua tahun lagi untuk berkiprah di bawah pimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo.
 
Menurut penilaian Guru Besar Universitas Kristen (UKI), Muchtar Pakpahan, mundurnya Andhi menjadi sinyal lampu merah bagi Presiden Jokowi. Hal itu karna telah menunjuk Jaksa Agung yang tidak berlatar belakang orang profesional.
 
"Ini merupakan pesan kepada Jokowi dan juga sebagai sinyal bahwa sudah lampu merah dalam penegakan hukum di Kejaksaan Agung," kata Muchtar di Jakarta, Jumat (29/1/2016).
 
Ia menilai, mundurnya Andhy disebabkan tidak objektifnya HM Prasetyo dalam menegakkan hukum di Indonesia.Selain itu karena tidak ingin adanya tabrakan hukum dalam menangani suatu kasus. "Wakil Jaksa Agung itu orang profesional dia tidak ingin terjadi tabrakan hukum karena kepentingan politik. Oleh karena itu Jaksa Agung harus segara diganti," tegasnya.
 
Ia mengatakan, Presiden Jokowi harus segera mengganti HM Prasetyo karena diduga berafiliasi dengan Partai Nasdem. Sehingga penegakan hukum yang merupakan salah satu Nawacita tidak berjalan.
 
"Pasti dia tidak adil karena dia (Prasetyo) memiliki kepentingan dari orang-orang politik. Baik yang terlapor, tersangka maupun terdakwa. Padahal salah satu Nawacita Presiden itu kan soal penegakan hukum," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,