Polisi Selidiki Tewasnya Prada VP Akibat Pengeroyokan

Polisi Selidiki Tewasnya Prada VP Akibat Pengeroyokan

Pihak kepolisian masih menyelidiki tewasnya Prada VP akibat pengeroyokan. (foto - ist)

Bandung - Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus meninggalnya seorang anggota prajurit TNI, setelah dipukuli sejumlah orang tak dikenal di Bar n Resto Shelter Jalan Sulanjana Bandung, Minggu dinihari sekitar pukul 02.00 WIB
 
Berdasarkan informasi, pelaku pemukulan terhadap VP, anggota TNI dari KesatuanDetasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI AD kabarnya berubuh tegap, berambut cepak dan memakai pakaian serba hitam. Korban sendiri merupakan prajurit TNI berpangkat Prada, dari kesatuan Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI AD.
 
‎Setelah kejadian, korban VP sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Kawaluyaan Padalarang. Namun akibat luka pada bagian kepala dan wajah, korban akhirnya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ini jasad Prada VP telah dipindahkan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan otopsi
 
Sejauh ini, memang belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Pantauan wartawan di lapangan, saat ini polisi bersama Pom AD masih memeriksa sejumlah saksi ‎dan melakukan olah TKP. Di lokasi Bar n Resto Shelter itu pun telah dipasang garis polisi.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III Siliwangi, Kolonel Robertson Ismail mengatakan, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut. "Saya sudah dengar tadi ada anggota TNI yang tewas. Namun anggota itu bukan personel organik Kodam III, meski kejadiannya di wilayah kami," katanya, Minggu (31/1/2016/).
 
Menurutnya, secara prosedural penyelidikan sepenuhnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian. "Anggota kami yang jadi korban. Kami serahkan ke kepolisian. Namun Pomdam tetap membantu dalam melaksanakan penyelidikannya," lanjut Robertson.
 
Robertson pun belum mengetahui secara jelas mengenai kronologis meninggalnya prajurit TNI tersebut. "Kami belum tahu apa yang dilakukan korban bersama temannya di sana, sehingga kami belum bisa ambil kesimpujlan. Nanti kalau sudah jelas, kami beri tahu selanjutnya," tambahnya(Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,