2016, Tol Pasteur-Cileunyi Dikebut lewat Tim Kecil BIUTR

2016, Tol Pasteur-Cileunyi Dikebut lewat Tim Kecil BIUTR

Inilah rute Tol Pasteur-Cileunyi yang akan dikebut pembangunannya pada 2016 ini. (foto - ist)

Bandung - Tim kecil Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) yang dibentuk Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung, akan membantu penyelesaian proses izin prinsip penggunaan lahan sejumlah lembaga pemerintah. Pasalnya, jalur BIUTR khususnya Tol Pasteur-Cileunyi sepanjang 27,3 kilometer, akan melintasi lahan milik 14 kementerian.
 

Kementerian dan lembaga pemerintah yang lahannya dilintasi proyek Tol Pasteur-Cileunyi, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Agama, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pusat Statistik, Polri dan lembaga pemerintahan lain.

 
Menurut Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, pada 2 Februari lalu pihaknya bersama Pemkot Bandung melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, untuk membahas izin prinsip penggunaan lahan-lahan tersebut. Pada rapat koordinasi dihadiri sembilan dari 14 kementerian.
 

Dikabarkan, kesembilan kementerian itu menyatakan setuju lahannya digunakan untuk proyek BIUTR. "Kami membentuk tim kecil dengan Pemkot Bandung untuk melakukan pendetailan. Termasuk pemantauan (proses izin pemanfaatan lahan) secara terus menerus,” kata Iwa.

 

Proyek BIUTR Bandung, memiliki peran penting dalam penataan sistem transportasi di kawasan Kota Bandung dan sekitarnya, karena diprediksi dapat menekan kemacetan hingga 50 persen. Sehingga diperlukan sejumlah upaya demi merealisasikan proyek itu. " Di Bandung tidak cukup hanya jalan Tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), tapi harus ada jalan Tol Pasteur-Cileunyi," tegasnya.
 

Menurut Iwa, proses pembangunan BIUTR akan di lakukan secara bertahap sesuai dengan jalur yang direncanakan. Trase I-1, akses Pasupati menuju Underpass Gasibu sepanjang 5,5 kilometer, Trase I-2 Soekarno-Hatta-Gedebage 4 kilometer.

 

 

Untuk trase II-1, Underpass Gasibu-Cicaheum-Ujungberung sepanjang 8,8 kilometer. Trase II-2, Ujungberung-Soekarno Hatta dengan panjang 2,7 kilometer. U

ntuk Trase II- 3, Ujungberung-Cibiru-Cileunyi dengan panjang 6,3 kilometer.
 
Mengenai target dan waktu konstruksi, Iwa mengaku masih belum bisa memastikan. Pihaknya bersama Pemkot Bandung masih fokus menyelesaikan proses izin prinsip penggunaan lahan dari 14 kementerian.
 

"Satu kemajuan untuk kami yang semula break (terputus), setelah dibantu Menko Maritim, sembilan lembaga sudah setuju lahannya digunakan untuk pembangunan BIUTR," katanya.

 

 

 

 

Sementara untuk proyek interchange kilometer 149 Gedebage-Soekarno Hatta masih dalam proses pembabasan lahan. Tahun ini Pemprov Jabar menganggarkan Rp 200 miliar untuk membebaskan lahan sepanjang 1,3 km dengan luas sekitar 13 hektar dan lebar 100 meter. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,